ABSTRAK Pendahuluan: Kejadian pelecehan seksual sulit dideteksi. Pelecehan seksual ini oleh korban dan keluarga masih dirahasiakan karena dianggap sebagai aib keluarga. Selain malu keluarga juga tidak mengetahui bagaimana cara merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual. Kejadian pelecehan seksual paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja sebagai korban atau yang sering disebut Child sexual abuse. Tujuan : Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women Crisis Center (WCC) Jombang. Metode : Desain penelitian Deskriptif Analitik, yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul. Populasi adalah keluarga yang mempunyai anak yang telah mengalami pelecehan seksual sejumlah 133 orang, sampel sejumlah 100 orang dengan teknik simple random sampling. alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengelolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual (post sexual abuse) di Wilayah Kerja Women’s Crisis Center Jombang adalah kurang. Kesimpulan : kemampuan keluarga merawat anak yang telah mengalami pelecehan seksual adalah kurang. ABSTRACT Introduction: Incidents of sexual harassment are difficult to detect. This sexual harassment by the victim and family is still kept secret because it is considered a family disgrace. Apart from being embarrassed, the family also doesn't know how to take care of a child who has been sexually abused. Most cases of sexual harassment occur in children and adolescents as victims or what is often called Child sexual abuse. Objective: The aim of the study was to describe the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women Crisis Center (WCC) Work Area. Method: Analytical Descriptive research design, which is a method that serves to describe or provide an overview of the object under study through data or samples that have been collected. The population is families who have children who have experienced sexual harassment as many as 133 people, a sample of 100 people with a simple random sampling technique. the measuring instrument used is a questionnaire. Data processing by editing, coding, scoring, tabulating, and data analysis using the Wilcoxon Test. Results: the ability of families to care for children who have experienced post-sexual abuse in the Jombang Women's Crisis Center Working Area is less. Conclusion: the ability of families to care for children who have experienced sexual abuse is less.
Copyrights © 2021