Pembelajaran biologi yang bersifat teoritis dan abstrak memerlukan pendekatan yang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembelajaran biologi berbasis praktikum dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi korelasional. Data diperoleh melalui studi literatur dan wawancara dengan guru serta siswa di salah satu SMA di Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum dilakukan dua hingga tiga kali per semester dengan materi seperti osmosis, sistem pencernaan, sistem peredaran darah, dan ekosistem. Praktikum dinilai membantu pemahaman konsep, meningkatkan keterampilan kerja sama, serta membuat siswa lebih tertarik terhadap pelajaran. Kendala yang ditemukan mencakup keterbatasan alat, waktu, dan panduan praktikum. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan perlu dioptimalkan dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2025