Cyberbullying adalah masalah yang semakin umum di pendidikan tinggi, menimbulkan tantangan yang signifikan bagi kesejahteraan mahasiswa dan fakultas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki prevalensi, dampak psikologis, dan strategi mitigasi yang efektif untuk cyberbullying di platform media sosial, dengan fokus khusus pada TikTok dan Instagram. Dengan mengeksplorasi dinamika ini, penelitian ini berupaya memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman di dalam lembaga akademik.Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan, mengumpulkan data melalui kuesioner terstruktur dari 116 mahasiswa dan anggota fakultas. Analisis tersebut melibatkan statistik deskriptif dan inferensial, serta analisis faktor, untuk mengidentifikasi pola dan korelasi antara pengalaman cyberbullying, faktor demografis, dan efektivitas intervensi.Hasilnya mengungkapkan prevalensi cyberbullying yang tinggi, dengan platform seperti TikTok dan Instagram berfungsi sebagai pendorong utama perilaku online yang agresif. Korban melaporkan efek psikologis yang signifikan, termasuk peningkatan stres, kecemasan, dan depresi, yang berdampak negatif pada kinerja akademik dan kemanjuran profesional. Kampanye pendidikan, alat moderasi berbasis AI, dan penegakan kebijakan yang kuat diidentifikasi sebagai strategi mitigasi yang efektif, meskipun tantangan seperti dinamika khusus platform dan kendala sumber daya tetap ada.Studi ini menggarisbawahi perlunya solusi terintegrasi dan khusus platform untuk mengatasi cyberbullying di pendidikan tinggi. Dengan berkontribusi pada pemahaman tentang dampak multifasetnya, temuan ini menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan keamanan digital dan mendukung keberhasilan akademik
Copyrights © 2025