Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan motorik halus anak usia 6-7 tahun, yang disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang monoton, seperti menulis, menggambar, dan mewarnai. Akibatnya, anak-anak kurang bersemangat dan aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kegiatan yang lebih menarik untuk mendukung perkembangan motorik halus mereka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik kelas 1A MIN 2 Metro melalui penerapan metode outdoor learning berbantu media kolase. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran dengan metode outdoor learning yang memanfaatkan kolase dari bahan alam. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan hasil karya peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus peserta didik; dari jumlah keseluruhan 28 peserta didik, pada siklus I ada 14 peserta didik memenuhi kriteria berkembang sesuai harapan (BSH), dan pada siklus II meningkat menjadi 23 peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa metode outdoor learning berbantu media kolase efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak, sehingga dapat dijadikan alternatif dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan motorik halus.
Copyrights © 2024