Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 6 Padang. Berdasarkan teori Robert K. Merton, perceraian dipandang sebagai salah satu faktor sosial yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam motivasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Sebanyak delapan informan dilibatkan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran mendalam terkait permasalahan yang dikaji. Hasil penelitian mengungkapkan empat dampak utama perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Pertama, motivasi belajar anak cenderung menurun akibat tekanan emosional seperti depresi dan kesedihan mendalam. Kedua, kualitas akademik dan prestasi belajar siswa mengalami penurunan signifikan. Ketiga, tingkat disiplin dalam proses pembelajaran turut menurun, memengaruhi konsistensi anak dalam menjalankan tugas-tugas sekolah. Keempat, perceraian berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak selama proses belajar-mengajar. Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah telah melakukan tiga upaya strategis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang terdampak. Pertama, memberikan perhatian khusus melalui pendekatan personal yang dirancang untuk memahami kebutuhan emosional siswa. Kedua, membangun kerjasama yang kuat antara guru, orang tua, dan kerabat untuk menciptakan lingkungan pendukung yang positif bagi anak. Ketiga, merancang strategi pembelajaran yang lebih menyenangkan guna menarik minat belajar siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi meskipun menghadapi tantangan akibat perceraian orang tua.
Copyrights © 2025