Modal sosial dalam bentuk jaringan sosial memiliki peran krusial dalam penguatan institusi pendidikan, terutama madrasah. Jaringan sosial yang kuat memungkinkan terjadinya pertukaran sumber daya, informasi, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan lainnya. Dalam konteks madrasah, modal sosial yang terjalin dengan baik dapat meningkatkan sinergi pendidikan dan memperkuat karakter serta nilai-nilai toleransi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis peran jaringan sosial dalam penguatan modal sosial di madrasah. Data diperoleh dari berbagai sumber, termasuk jurnal akademik, buku, serta hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana madrasah, seperti MA Futuhiyyah, membangun dan mengelola jaringan sosial guna meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah yang memiliki jaringan sosial yang kuat lebih mudah mengakses program dan sumber daya yang mendukung penguatan karakter peserta didik. Selain itu, modal sosial dalam bentuk jaringan sosial juga meningkatkan partisipasi komunitas dalam kegiatan madrasah serta memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan. Dengan demikian, pemanfaatan jaringan sosial secara optimal menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penguatan modal sosial di madrasah.
Copyrights © 2025