Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian linguistik historis komparatif untuk menganalisis adanya hubungan kekerabatan dari dua bahasa yang berada di pulau Jawa, yaitu Jawa dialek Solo ngoko dan Sunda dialek Banten kasar. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini 1) bagaimana hubungan kekerabatan berdasarkan hitungan angka antara bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar; 2) bagaimana tatanan leksikostatistik pada bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar sehingga dapat disusun tingkat tingkat urutan perpisahan kedua bahasa tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kekerabatan bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara serta mengisi kuisioner dari 200 kosakata dasar Swadesh. Kosakata dasar Swadesh yang berjumlah 200 tersebut selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kosakata yang berkerabat dengan kosakata yang tidak berkerabat. Teori yang dipergunakan adalah linguistik historis komparatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa hubungan kekerabatan bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar ada ditingkatan rumpun bahasa. Hal tersebut dibuktikan dengan dasar perhitungan kekerabatan senilai 32%. Skala ini terbukti dengan adanya persamaan serta kemiripan dari kedua bahasa terdapat 64 kosakata yang sama. Dengan demikian dapat disimpulan bahwa bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar merupakan dua bahasa yang memiliki kekerabatan yang erat. Berdasarkan dari hasil analisis jangka kesalahan, dapat diketahui bahasa Jawa dialek Solo tingkatan ngoko dan bahasa Sunda dialek Banten tingkatan kasar merupakan bahasa tunggal sekitar 1.596 – 1.362 tahun yang lalu.
Copyrights © 2023