Praktik patriarki yang menggunakan perempuan sebagai objek seksual dalam iklan visual menundukkan stereotip gender, mempromosikan dominasi perempuan di berbagai bidang kehidupan, dan memicu pelecehan seksual. Tujuan Penelitian ini adalah untuk me(re)konstruksi citra perempuan dalam media visual periklanan Indonesia sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan serta dapat menjadi bahan kajian untuk menentukan kebijakan dalam peraturan periklanan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Data diambil dari media yaitu Iklan TV yang tayang di Youtube, dan Angket. Penelitian ini menggunakan teori Stuart Hall dan didukung oleh konsep Male Gaze. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa iklan menampilkan citra perempuan bermartabat, namun representasi citra perempuan di media periklanan di Indonesia menunjukkan kecenderungan objektifikasi yang signifikan. Terlebih, dari hasil kuesioner yang dibagikan ke 60 responden menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan objektifikasi perempuan dalam media visual periklanan. Peran masyarakat sipil, pelaku bisnis, dan pemerintah sebagai pemegang regulasi saling berkolaborasi untuk menghindari objektifikasi sehingga mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan dalam ranah domestik ataupun publik.
Copyrights © 2024