Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis profil keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada materi pelestarian sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendahuluan yang bersifat deskriptif tanpa mengajukan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa dalam ketegori rendah dan sedang. Pembahasan hasil penelitian ini menjelaskan bahwa rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang diterapkan guru tidak dapat mendorong munculnya keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan masalah, sehingga perlu penelitian lanjutan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah yaitu pembelajaran STEAM. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa tergolong rendah sehingga perlu adanya penggunaan modul ajar IPAS berbasis STEAM untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2025