Penelitian ini mengkaji pengaruh tren fesyen Korean Pop (K-Pop) terhadap pembelian produk fesyen lokal sebagai usaha ekonomi kreatif di destinasi wisata, dengan fokus pada produk fesyen di Desa Legian, Kuta. Metode yang digunakan adalah pendekatan mix-method, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap produk fesyen K-Pop dan produk lokal yang dijual di Desa Legian, wawancara semi-terstruktur dengan pelaku usaha ekonomi kreatif, serta survei kepada wisatawan. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti artikel jurnal dan situs berita relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren fesyen K-Pop berpengaruh signifikan terhadap pembelian produk fesyen lokal di kalangan wisatawan. Selain itu, upaya dan solusi dari pelaku ekonomi kreatif dalam mempertahankan produk fesyen lokal melibatkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptasi terhadap preferensi konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika antara tren fesyen global dan keberlanjutan produk lokal dalam pariwisata.
Copyrights © 2025