Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan peternak di pedesaan. Namun, rendahnya efisiensi pakan dan kualitas air sering menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas. Sistem akuaponik diperkenalkan sebagai solusi inovatif yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan peternak lele di Desa Cilangkap melalui penerapan teknologi akuaponik guna meningkatkan efisiensi pakan dan produktivitas budidaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan peternak secara aktif dalam proses implementasi dan evaluasi sistem akuaponik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis efisiensi pakan menggunakan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuaponik mampu menurunkan FCR dari 1,8 menjadi 1,3, yang berarti ikan dapat tumbuh lebih optimal dengan jumlah pakan yang lebih sedikit. Selain itu, kualitas air juga mengalami peningkatan, yang berdampak pada kesehatan ikan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Kesimpulannya, sistem akuaponik terbukti sebagai solusi berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas peternakan lele di desa Cilangkap, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Diharapkan teknologi ini dapat diadopsi secara lebih luas untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak ikan di Indonesia.
Copyrights © 2024