Sebagai lembaga pendidikan yang menyediakan layanan serta pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dengan kategori dan usia anak didik yang sangat variatif, Our Dream Indonesia (ODI) dituntut untuk menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anak didik, juga memberikan layanan (service quality) yang terbaik sekaligus mengembangkan organisasinya. Keterbatasan sumber daya dan jumlah anak didik yang terus bertambah serta kebutuhan yang variatif membuat ODI harus memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya yang ada. Hal ini mengakibatkan tumpang tindihnya pekerjaan dan tidak adanya waktu dan pemikiran khusus untuk pengembangan berbagai program di ODI serta proses evaluasi mengenai program dan service quality yang telah diberikan oleh ODI. Terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyakarat yang melibatkan para tenaga pengajar dan staf pendukung ODI. Tahap awal adalah metode Survei yang dilakukan sebagai bentuk evaluasi kepuasan orang tua anak didik terhadap service quality berbagai program inovatif yang telah dijalankan oleh ODI. Berikutnya metode presentasi digunakan oleh narasumber/pembicara dari Telkom University untuk menyampaikan beberapa hal agar peserta mengetahui konsep dasar Service Quality dan Design Thinking. Kemudian, metode praktik merupakan aktivitas dimana peserta pelatihan mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya dari trainer. Pendekatan design thinking yang digunakan dalam kegiatan workshop kali ini mengacu pada model double diamond dari British Design Council. Tahapan pelatihan dengan pendekatan design thinking ini meliputi tahapan Discover, Define, Develop (Ideate) dan Deliver (Prototype & Testing).
Copyrights © 2025