Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pelajaran dan makna teologis bagi generasi usia 12-17 tahun dari proses pemilihan bangsa Israel seperti tercantum dalam Ulangan 7:7-8. Penelitian ini berangkat dari pentingnya pemahaman terhadap konsep pemilihan Allah yang mengajarkan tentang kasih karunia dan panggilan khusus. Dalam konteks kehidupan modern generasi usia 12-17 tahun yang sering kali cenderung individualis dan materialistis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teologis dan ekspositori terhadap teks kitab Ulangan. Sumber data utama diambil dari Alkitab dan dilengkapi dengan literatur sekunder berupa tafsiran Alkitab serta jurnal untuk memperdalam analisis makna pemilihan bangsa Israel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bangsa Israel didasarkan bukan pada kelebihan atau kekuatan bangsa tersebut, melainkan pada kasih Allah yang berdaulat dan setia pada janji-Nya. Implikasi dari pemahaman ini bagi generasi muda adalah penanaman nilai-nilai kesetiaan, rasa syukur, dan panggilan untuk hidup kudus dalam komunitas. Berdasarkan pemahaman ini generasi muda menemukan identitas spiritualnya dan berkontribusi dalam memperkuat fondasi moral serta karakter Kristen. Kesimpulannya, konsep pemilihan bangsa Israel memiliki relevansi yang signifikan dalam pembentukan karakter generasi muda, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai kesalehan dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024