Di era digital, media sosial telah menjadi alat utama dalam penyebaran informasi politik. Perannya yang luas memungkinkan peningkatan kesadaran politik masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi disinformasi yang dapat mengaburkan fakta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial dalam edukasi politik, mengidentifikasi manfaat serta tantangan yang ditimbulkan, dan mengeksplorasi strategi literasi digital yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan perannya sebagai alat edukasi politik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi media sosial, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan akademisi di Banyuwangi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam penggunaan media sosial dalam politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai alat edukasi politik, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Namun, tantangan seperti penyebaran hoaks, bias algoritma, dan fenomena echo chamber menghambat pemahaman politik yang objektif. Oleh karena itu, literasi digital menjadi faktor kunci dalam meminimalkan dampak negatif media sosial dan memaksimalkan manfaatnya bagi demokrasi.
Copyrights © 2025