Pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) cair menjadi salah satu tantangan utama dalam penerapan konsep Green Port di pelabuhan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencegahan pencemaran limbah B3 cair terhadap penerapan program Green Port di Terminal Berlian Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi logistik ordinal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengelola limbah di terminal dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan pencemaran limbah B3 cair, yang meliputi efektivitas sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengolahan darurat limbah, dan penerapan teknologi ramah lingkungan, berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan penerapan program Green Port. Koefisien determinasi menunjukkan kontribusi yang kuat dari variabel independen terhadap variabel dependen
Copyrights © 2025