Abstract: This community service initiative addresses the lack of documentation at Sanggar Keadilan SMH Indonesia, which limits evaluation and promotional materials. The participatory video documentation method engaged 20 children aged 7-15 years using DSLR and smartphone devices with passive observational techniques during a one-day activity. The outputs include a 15-minute documentary and short content that enhanced the sanggar's visibility while shifting children's perception of gadgets from entertainment to creative tools. The project demonstrates the efficacy of low-tech approaches in community documentation and its potential adaptability for various empowerment contexts. Keywords: video documentation; community empowerment; literacy media; simple technology; sanggar Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh minimnya dokumentasi kegiatan di Sanggar Keadilan SMH Indonesia yang berdampak pada terbatasnya bahan evaluasi dan promosi. Metode yang digunakan adalah dokumentasi video partisipatif selama satu hari dengan melibatkan 20 anak usia 7-15 tahun, menggunakan perangkat DSLR dan smartphone, serta teknik pengambilan gambar observasional pasif. Hasilnya berupa video dokumenter 15 menit dan konten pendek yang tidak hanya meningkatkan visibilitas sanggar, tetapi juga mengubah persepsi anak tentang gadget sebagai alat kreasi. Kegiatan ini membuktikan efektivitas pendekatan low-tech dalam pendokumentasian komunitas serta potensi adaptasinya untuk berbagai konteks pemberdayaan. Kata kunci: dokumentasi video; literasi media; pemberdayaan komunitas; sanggar; teknologi sederhana
Copyrights © 2025