Proses pengecoran yang dilakukan dalam volume yang massif, seperti dalam kasus pilecap jembatan, pada dasarnya memiliki tekanan hidrostatis akibat beton segar yang relatif tinggi. Jika formwork tidak mampu untuk menahan tekanan tersebut dengan baik maka, terdapat risiko kegagalan yang signifikan selama proses pengecoran. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengevaluasi kekuatan bekisting untuk memastikan keamanan bekisting terhadap tekanan hidrostatis yang dihasilkan oleh beton segar. Kajian numerik dilakukan dengan cara memodelkan formwork secara 3D dengan elemen frame pada tie rod, pipa support dan komponen formwork lainnya. Formwork dianalisis dengan tiga stage pembebanan, stage-1 untuk tinggi pengecoran 1m, stage-2 untuk pengecoran dengan tinggi 1.3m dan stage-3 dengan tinggi pengecoran 2.3m. Hasil analisis menunjukkan bahwa formwork aman digunakan jika pengecoran dilakukan secara bertahap sesuai dengan stage pengecoran khususnya stage-1 dan stage-2. Namun, pengecoran pada stage-3 dengan tinggi 2.3m tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan buckling pada pipa support dan menghasilkan strength ratio yang melebihi satu. Adapun tegangan yang diterima phenolite pada pembebanan stage-1 masih berada dalam batas yang diizinkan dengan tegangan lentur dan geser yang terjadi adalah 9.95MPa dan 0.45MPa. Namun, untuk perilaku aksial yang terjadi pada tie rod dan pipa support selama pembebanan stage 1, tidak sesuai rencana dimana salah satu tie rod (TR02) mengalami aksial tekan sebesar 0.57kN. Perilaku aksial yang diharapkan terjadi pada stage-2 stage-3 dimana tie rod mengalami aksial tarik dan pipa support mengalami aksial tekan.
Copyrights © 2025