Rantai pasok semakin kompleks karena paradigma keberlanjutan dan kemajuan teknologi yang cepat sehingga menghadapi tantangan dalam logistik hijau dan manufaktur hijau. Implementasi keberlanjutan rantai pasok yang efektif sangat penting karena kegagalan dapat berdampak negatif pada kinerja perusahaan serta sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Logistics dan Green Manufacturing terhadap keberlanjutan rantai pasok serta mengembangkan model yang aplikatif bagi kawasan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data dari 82 perusahaan di kawasan Deltamas melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Studi ini melibatkan beberapa tahap analisis, termasuk tinjauan literatur menggunakan VOSviewer, pengujian validitas dan reliabilitas, analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan Smart PLS, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logistik hijau dan manufaktur hijau berpengaruh signifikan dan positif terhadap keberlanjutan rantai pasok, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan pengaruh langsung yang lebih dominan. Model regresi linier berganda dikembangkan, menyoroti faktor-faktor seperti biaya logistik dan operasional, karyawan atau pengemudi bersertifikat, keuntungan, investasi biaya sosial, kesejahteraan karyawan, dan investasi biaya pengelolaan lingkungan sebagai pengaruh utama pada manfaat industri dalam cakupan keberlanjutan rantai pasok.
Copyrights © 2024