cover
Contact Name
Muhammad Nanang Prayudyanto
Contact Email
muhammadprayudyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puslitdrt@gmail.com
Editorial Address
Pusat Litbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Darat
ISSN : 14108593     EISSN : 25798731     DOI : 10.25104/jptd.v24i1.2095
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Penelitian Transportasi Darat adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang transportasi jalan dan perkeretaapian, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas, perencanaan jalan, simulasi kecelakaan, pengembangan teknologi transportasi, dan rekayasa lalu lintas.
Articles 242 Documents
EVALUASI KEBUTUHAN RAMBU LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PERBATASAN ANTARA KABUPATEN BANTUL-GADING DI GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Setio Boedi Arianto; Dwi Heriwibowo
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.107

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the number of road traffic facilities requirement as monitoring devices toward the implementation of management and traffic engineering in order to support safety road. The analytical method used are Descriptive Qualitative and Quantitative analysis. The conclusions of this study are the characteristics of road geometric in Gunungkidul Regency on the road border crossing between Bantul Regency and Gading Regency mostly are uphill and downhill road combined with curves roadside segmented which are indicates accidents-prone areas. Therefore it is required some of traffic signs for this segment about 128 units which are consisting of order signs 2 units, instruction signs 13 units, warning signs 108 units, and prohibition signs 5 units. Currently the number of traffic signs installed are 76 units consisting of order signs 2 units, signs instruction 4 units, warning signs 67 units, and prohibition signs 3 units, for this there are a shortage of traffic signs for 52 units consisting of signs instruction 9 units, warning signs 41 units, and prohibition signs 2 units.ABSTRAKTujuan melakukan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan perlengkapan jalan sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam rangka keselamatan jalan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi geometri jalan di Kabupaten Gunungkidul pada ruas jalan batas Kabupaten Bantul-Gading, yaitu berupa tanjakan dan turunan serta tikungan tajam dan segmen jalan ini merupakan daerah rawan kecelakaan. Karenanya dibutuhkan rambu-rambu lalu lintas pada segmen jalan ini sebanyak 128 unit terdiri atas rambu perintah 2 unit, rambu petunjuk 13 unit, rambu peringatan 108 unit, dan rambu larangan 5 unit. Untuk saat ini jumlah rambu lalu lintas terpasang adalah 76 unit yang terdiri atas rambu perintah 2 unit, rambu petunjuk 4 unit, rambu peringatan 67 unit, dan rambu larangan 3 unit, sehingga terdapat kekurangan jumlah rambu 52 unit yang terdiri atas rambu petunjuk 9 unit, rambu peringatan 41 unit, dan rambu larangan 2 unit.
RISIKO PENGOPERASIAN SARANA PERKERETAAPIAN MELEBIHI USIA TEKNIS Taufik Hidayat
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.108

Abstract

ABSTRACTOperating implication of railway rolling stock has lifetime technical operation. The exceeds of technical age may cause the decreasing at uncertainty and reliability. In other hand, it can increase operation risks, such as derailment, cracking, and burning. The decreasing of service quality consists of safety, comfortability, punctuality, operating and maintenance costs increased. This paper is analyzing the risk of railway rolling stock operation that has lifetime technical operation because of backlog-ing due to the investment detained for the new acquisition. The method used in order to determine period to replace railway rolling stock using quantitative and qualitative description analysis methods. Then the result indicates that the railway rolling stock with lifetime technical operation more than 30 years has not appropriate to use anymore. It is all about 824 units or equal to 47% of 1753 units.ABSTRAKImplikasi pengoperasian sarana perkeretaapian (railway rolling stock) yang telah melampaui usia teknisnya meliputi ketidakpastian atau bahkan penurunan keandalan sarana yang berakibat langsung pada laik operasi dan keselamatan operasi; kecelakaan yang berupa anjlok/terguling, patah/kegagalan konstruksi, kebakaran meningkat; penurunan kualitas pelayanan yang mencakup keselamatan, kenyamanan, ketepatan waktu; serta biaya pengoperasian dan perawatan meningkat. Penelitian ini mengkaji seberapa besar risiko pengoperasian sarana perkeretaapian melebihi usia teknis akibat terjadinya backlog pada sarana perkeretaapian yang berupa penundaan investasi untuk pengadaan sarana baru. Metode yang digunakan untuk mengetahui jangka waktu penggantian sarana adalah dengan melakukan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kereta yang berusia lebih dari 30 tahun yang sudah tidak layak operasi, dengan jumlah 823 unit atau 47% dari total kereta yang berjumlah 1753 unit.
RUTE AMAN SELAMAT SEKOLAH (RASS) DI KOTA SALATIGA Purwoko Purwoko; Budi Dwi Hartanto; Arbie Sianipar
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.109

Abstract

ABSTRACTSchool routes safety is part of the management and traffic engineering including the provision of public transportation with traffic control and the use of the road network on the school zone. The purpose of this study is to analyze the safety routes for students including the supporting facilities such as the public transportation route, road pedestrian, cyclist lanes, School Safety Zone. The analytical used in this study are the Capacity Manual methods for Indonesian Highway, Cross Tab Analysis, Pedestrian Analysis and Descriptive Analysis. The results of the study showed that the density of the streets for 5 observation zone are about 0.13 to 0,69 with the level of service at the interval A and F, nevertheless the number of pedestrians larger than traffic volume with high-speed. For this, facilities for School Safety Zone needs to be developed. The result of Cross Tab analysis is motorcycle most widely used as transportation mode which followed by public transport users and pedestrians. Therefore it is necessary to provide facilities for pedestrians/sidewalks and public transit stations to protect all road users. The result of pedestrian survey showed some roads required pelicans wait and zebra crossing because of the high volume of traffic and the number of pedestrians crossing. The result of interviews with students showed that the percentage of students who use public transport is about 19.57%, 60.15% motorcyclists, 7.97% pedestrians and cyclists, public buses, private cars 12.31%.ABSTRAKRute Aman Selamat Sekolah merupakan bagian dari kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa penggunaan jaringan jalan, pengendalian lalu lintas dan penyediaan sarana angkutan umum dari lokasi pemukiman menuju sekolah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis rute yang selamat untuk anak sekolah dengan fasilitas penunjangnya yaitu trayek angkutan umum, jalur pedestrian, jalur pesepeda, dan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Analisis yang digunakan adalah metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia, analisis Cross Tab, analisis untuk pejalan kaki, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah visi rasio pada ruas-ruas jalan di 5 zona observasi berada di angka 0,13-0,69 dengan tingkat pelayanan jalan di interval A dan F, dengan jumlah pejalan kaki relatif besar serta volume lalu lintas dan kecepatan tinggi. Untuk itu perlu dibangun fasilitas Zona Selamat Sekolah. Dari hasil analisa Cross Tab diketahui bahwa sepeda motor merupakan moda yang paling banyak digunakan diikuti pengguna angkutan umum dan pejalan kaki. Oleh karena itu diperlukan fasilitas pejalan kaki/trotoar dan tempat perhentian angkutan umum guna melindungi semua pengguna jalan. Diperlukan pelikan tunggu dan zebra cross di beberapa ruas jalan karena tingginya volume lalu lintas dan jumlah pejalan kaki yang menyeberang. Persentasi siswa yang menggunakan angkutan umum 19,57%, pengguna sepeda motor 60,15%, pejalan kaki 7,97%, dan pengguna sepeda, bus umum, mobil pribadi 12,31%.
PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API DI KOTA CIREBON Hartono Hartono
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.110

Abstract

ABSTRACTA level crossing is an intersection where a railway line crosses a road or path at the same level which is located in rural areas or cities. There are four level crossing located in Cirebon, i.e St. Slamet Riyadi, St. Kartini, St. Tentara Pelajar and St. Kesambi. Road performance on those road showed that St. Slamet Riyadi has V/C ratio of 0,32, St. Kartini has V/C ratio of 0,77, St. Tentara Pelajar has V/C ratio of 0,57, and St. Kesambi has V/C ratio of 0,38. The traffic on St. Kartini is dominated by Light Vehicles (LV) for 55,86%, Motorcycle (MC) for 43,91%, and High Vehicle (HV) for 0,23%. The length queues of vehicle on level crossing in Cirebon on St. Kartini to the west road is about 135 vehicles at 12.12 PM or about 125 meters during peak traffics, while for the east side road the peak traffics happened at 12.37 PM with 327 vehicles or about 195 meters.ABSTRAKPerlintasan kereta api merupakan persilangan antara jalur kereta api dengan jalan, baik jalan raya ataupun jalan kecil lainnya, dan persilangan bisa terdapat di pedesaan ataupun perkotaan. Di Kota Cirebon terdapat 4 (empat) perlintasan sebidang kereta api dengan jalan yaitu di Jl. Slamet Riyadi, Jl. Kartini, Jl. Tentara Pelajar dan Jl. Kesambi . Kinerja ruas jalan di Jl. Slamet Riyadi (V/C) rasio sebesar 0,32, Jl. R.A Kartini (V/C) rasio sebesar 0,77, Jl. Tentara Pelajar (V/C) rasio sebesar 0,57 dan Jl. Kesambi Raya (V/C) rasio sebesar 0,38. Komposisi lalu lintas di Jl. Kartini lebih didominasi oleh kendaraan ringan (LV) sebesar 55,86%, sepeda motor (MC) sebesar 43,91%, dan kendaraan berat (HV) sebesar 0,23%. Panjang antrian kendaraan pada perlintasan sebidang dan jalan di Kota Cirebon akibat penutupan perlintasan sebidang di Jl. Kartini ke arah barat yang terpanjang pada saat peak siang yaitu pukul 12.12 WIB sebanyak 135 kendaraan atau mencapai 125 m, sedangkan ke arah timur pada peak siang yaitu pukul 12.37 WIB sebanyak 327 kendaraan atau 195 m.
ANALISIS KINERJA PENGOPERASIAN DAN PELAYANAN BUS ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI (AKAP) (STUDI KASUS PADA BIRO PERJALANAN UMUM (BPU) “ROSALIAN INDAH”) Dwi Widiyanti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.111

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the performance of operation, conformity with minimum service standards, and the strategies that can be done to make improvements safety services on AKAP buses of BPU Rosalia Indah. The design study is a survey research design, the method of collecting data or information with instrument field surveys and interview. With data analysis External Factors Strategy (EFS) and Internal Factor Strategy (IFS), the results showed that the BPU Rosalia Indah 53% already implementing SPM and 92% the comfort according of PM 29 in 2015. The company already 92% implementing rules in PM 26 2015 about Road Safety Standard Operating AKAP bus. Besides the internal conditions of operation AKAP bus "BPU Rosalia Indah" has a value of 3.575 which can be interpreted either with the assessment of the company's strengths Likert scale. While the external conditions of operation AKAP bus "BPU Rosalia Indah" has a value of 3.689 which means high-value opportunities with Likert scale ratings. The position of business services AKAP bus operation is currently in a growth phase. This result demonstrated the internal and external SWOT matrix that shows the state of the company is in cell 1. The right strategy applied to business operations now is the strategy of SO (Strength Opportunities).ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja pengoperasian, kesesuaian dengan standar pelayanan minimal (SPM), serta strategi yang dilakukan untuk perbaikan pelayanan yang berkeselamatan pada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) BPU Rosalia Indah. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian survei, yaitu metode pengumpulan data atau informasi dengan instrument survei lapangan dan wawancara. Dengan analisis data External Factor Strategy (EFS) dan Internal Factor Strategy (IFS), hasil penelitian pada bus AKAP BPU Rasalia Indah menunjukkan 53% sudah menerapkan SPM dan 92% kenyamanannya sesuai dengan PM 29 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. Perusahaan sudah 92% menerapkan aturan dalam PM 26 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Jalan Pengoperasian Bus AKAP. Selain itu kondisi internal pengoperasian bus AKAP “BPU Rosalia Indah” memiliki nilai 3,575 yang dapat diartikan kekuatan perusahaan baik dengan penilaian skala likert. Sedangkan pada kondisi eksternal pengoperasian bus AKAP “BPU Rosalia Indah” memiliki nilai 3,689 yang dapat diartikan nilai peluang tinggi dengan penilaian skala likert. Posisi usaha jasa pengoperasian bus AKAP saat ini berada pada fase pertumbuhan usaha. Hasil ini dibuktikan pada matriks internal dan eksternal SWOT yang menunjukkan keadaan perusahaan berada pada sel 1. Strategi yang tepat diterapkan pada usaha pengoperasian bus saat ini adalah dengan strategi SO (Strength Opportunities).
Cover Depan Maret 2016
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.112

Abstract

Halaman Belakang Maret 2016
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i1.113

Abstract

ANALISIS PERMINTAAN ANGKUTAN UMUM GRATIS BAGI PELAJAR DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Priyambodo Priyambodo; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i2.114

Abstract

ABSTRACTPoor quality performance of mass public transport services or public passenger car (MPU) has caused it being abandoned by public. The public prefer to use private vehicles both two wheel or four wheel vehicles to support their mobility everyday. No exception for the people in Tulungagung district. The number of public passenger car in Tulungagung district recently is about 134 or 0.03% of the total vehicle in Tulungagung district. The purpose of this study is to find out the problems existed related to the transportation used by students in Tulungagung District concerning the characteristics of the distribution of residence students, the distance between home and school of the students, students transportation demand, a new planning route, the number of vehicles need to be provided for free public transport. This study is using qualitative descriptive analysis, analysis of transport demand and stated preference. The results of the study showed that the pattern of distance route between home and schools of the students resembles a nest of spidersand the demand of free public transport for high school students are less than the junior students. To meet the demand of free public transport for students, 253 bus fleet or fleet of 310 MPU are needed. To meet the distribution routes of free public transport for students, the Government of Tulungagung District need to add the number of routes and the fleet up to 60% for North-South lane and East-West lane. In addition, the Local Transport Communications and Informatics as well as local police has to tighten the use of motor cycle raids and encourage the parents and the students to use free public transport. Since 10% of the students are using motorcycle as their transport to school, eventhough they are still under age. The research also found that about 70% of the students who are using free public transport prefer kind of transportation of buses than type colt station, for this Local Transport Communications and Informatics need to consider in providing the number of bus fleet larger than the colt station.ABSTRAKKinerja atau performance pelayanan angkutan umum massal atau mobil penumpang umum (MPU) yang tidak bagus menjadikan MPU yang bersangkutan ditinggalkan oleh masyarakat. Masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat untuk mobilitas sehari-hari. Tak terkecuali bagi masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Saat ini jumlah MPU di Kabupaten Tulungagung hanya 134 atau 0,03 % dari total kendaraan yang ada di Kabupaten Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan terkait transportasi yang digunakan oleh pelajar di Kabupaten Tulungagung yang menyangkut karakteristik persebaran tempat tinggal pelajar, jarak rumah pelajar dengan sekolah, permintaan transportasi pelajar, rencana trayek baru, jumlah kendaraan MPU gratis yang perlu disediakan. Kajian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis permintaan transportation dan stated preference, hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran domisili para pelajar membentuk dan menyerupai sarang laba-laba. Permintaan angkutan umum gratis tingkat SMA lebih sedikit dibandingkan dengan tingkat SMP. Untuk memenuhi permintaan angkutan umum gratis bagi pelajar diperlukan 253 armada bus atau 310 armada MPU. Untuk memenuhi pemerataan trayek angkutan umum gratis bagi pelajar, Pemerintah Kabupaten Tulungagung perlu menambah rute angkutan umum gratis dan armada sampai dengan 60% untuk jalur utara-selatan dan timur-barat. Disamping itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika serta kepolisian setempat harus memperketat razia penggunaan sepeda motor dan mendorong kepada orangtua murid dan pelajar untuk menggunakan angkutan umum gratis. Karena 10 % pelajar menggunakan kendaraan roda dua untuk pergi dan pulang sekolah, sementara usia mereka masih dibawah umur. Hasil penelitian juga menunjukkan sekitar 70% pelajar yang menggunakan angkutan umum gratis menyukai angkutan umum dengan armada jenis bus daripada armada MPU jenis colt station, untuk itu kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika perlu mempertimbangkan untuk pengadaan armada bis yang lebih besar dibandingkan dengan armada MPU jenis colt station.
PERENCANAAN DESAIN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN DI KOTA MALANG Dwi Widiyanti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i2.115

Abstract

ABSTRACTThe City of Malang is one of the cities with the level of traffic disruption that is large enough for daily activities since the population density is quite high. Humane urban environment is a friendly urban environment for pedestrians who have the size and dimensions based on a human scale. Such attempts can be done through the development of a pedestrian area and the provision of adequate pedestrian facilities in urban areas, especially in the downtown area. This study aims to determine and identify pedestrian facilities, determine the needs of pedestrian facilities planning and design of pedestrian facilities. Methods of data collection in this study are road inventory survey, calculation of the traffic volume and pedestrian survey. The analysis method using in this research is the analysis of the characteristics of pedestrians. The results of this study showed that pedestrian facilities in Trunoyo street, Malang city has required for a service level C since the value of the pedestrian space is 3.36 m² per person and MT. Haryono street has a value of 3.30 m² space walkers per person. In terms of the facilities provided for pedestrians, street of Trunojoyo and MT. Haryono still inadequate. Based on data analysis, Trunojoyo street has a value of average PV² highest for 2.1 x 108 and MT. Haryono street has a value of 1.3 x 108. From the result of the data analysis and discussion the construction of pedestrian facilities need to be done in order to increase the safety level of pedestrian and based on the calculation results of the PV² Trunojoyo street and MT. Haryono street are needed to be provided with zebra cross.ABSTRAKKota Malang merupakan salah satu kota dengan tingkat gangguan lalu lintas yang cukup besar karena merupakan salah satu kota dengan aktivitas harian dan tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi. Lingkungan perkotaan yang manusiawi adalah lingkungan perkotaan yang ramah bagi pejalan kaki yang mempunyai ukuran dan dimensi berdasarkan skala manusia. Upaya ke arah itu dapat dilakukan melalui pengembangan kawasan pejalan kaki serta penyediaan fasilitas pejalan kaki yang memadai di kawasan perkotaan, terutama di kawasan pusat kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi fasilitas pejalan kaki, menentukan kebutuhan fasilitas pejalan kaki dan perencanaan desain fasilitas pejalan kaki. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei inventarisasi jalan, survei perhitungan volume lalu lintas dan survei pejalan kaki. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik pejalan kaki. Hasil dari penelitian ini antara lain fasilitas pejalan kaki di ruas Jalan Trunoyo, Kota Malang memiliki tingkat pelayanan C karena nilai ruang pejalan kaki 3,36 m²/orang dan ruas Jalan MT. Haryono memiliki nilai ruang pejalan kaki 3,30 m²/orang. Dari segi penyediaan fasilitas pejalan kaki, ruas Jalan Trunojoyo dan ruas Jalan MT. Haryono masih kurang memadai. Berdasarkan analisis data, ruas Jalan Trunojoyo memiliki nilai PV² rata-rata tertinggi 2,1 x 108 dan Ruas Jalan MT. Haryono 1,3 x 108. Untuk itu perlu dilakukan pembangunan fasilitas pejalan kaki untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki sedangkan jika dilihat dari perhitungan PV² maka ruas Jalan Trunojoyo dan MT. Haryono perlu adanya penyediaan kembali zebra cross.
IMPLEMENTASI EKTENSOMETER UNTUK MONITORING PERGESERAN PERMUKAAN TANAH DI SEKITAR JALUR KERETA API PADA LOKASI KM 107 PURWAKARTA Andi Setiono; Arif Anwar; Bambang Widiyatmoko
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v18i2.116

Abstract

ABSTRACTThe number of railways users are increasing annually. Thus, stakeholder need to improve the transport safety and security system, especially for the anticipation system towards natural disaster. One of common disaster occurred on the railway track is landslide. Many factors are causing landslide, they are unstable soil, rainfall and high level water in the soil. Some of landslide incidents on railway track were caused the train to derail and it became a threat toward the railways user. For this, there is a need of landslide early warning system by implementing ground movement monitoring system on the track which considered landslide-prone. Ekstensometer is one of the tools that can be used to detect soil movement in a region. In this research, ekstensometer was developed using a rotary encoder as its main component. The result of the study showed that infiltration of rainwater into the soil may cause the soil layer easily to slope and unstable. Shifting ground in the location of measurement occured for between 3,5 mm and 10 mm on heavy rainfall. The research and observation conducted at the railroad track for Cikampek - Padalarang in Km 107+335, Purwakarta region, West Java. The results of the research are expected to be significant information as the basis data in order to prevent any landslide on the railroad infrastructure.ABSTRAKPengguna moda transportasi kereta api tercatat meningkat dari tahun ke tahun. Pihak stakeholder perlu meningkatkan sistem keselamatan dan keamanan transportasi, terutama sistem antisipasi terhadap kejadian bencana alam. Salah satu bencana yang cukup sering terjadi pada jalur kereta api adalah tanah longsor. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor, antara lain struktur lapisan tanah yang labil, curah hujan, dan tingginya kadar air di dalam tanah. Beberapa kejadian tanah longsor pada jalur kereta api dapat menyebabkan anjlok dan menjadi suatu ancaman terhadap keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi terhadap kejadian tanah longsor secara dini, yaitu dengan menerapkan sistem monitoring pergerakan tanah pada jalur yang dianggap rawan longsor. Ekstensometer adalah salah satu piranti yang dapat digunakan untuk mendeteksi pergeseran permukaan tanah pada suatu wilayah. Pada penelitian ini ekstensometer dikembangkan dengan menggunakan rotary encoder sebagai komponen utamanya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa infiltrasi air hujan kedalam tanah menyebabkan lapisan tanah cenderung mudah bergerak dan labil. Pergeseran permukaan tanah di lokasi pengukuran mencapai 3,5 mm dan 10 mm pada saat terjadi curah hujan tinggi. Penelitian dan pengamatan dilakukan di sekitar rel kereta api jalur Cikampek - Padalarang km 107+335, Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting untuk melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan tanah longsor pada prasarana rel kereta api.

Page 1 of 25 | Total Record : 242


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 4 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 19 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 4 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 3 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 4 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 1 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat More Issue