Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu tantangan krusial dalam tata kelola kota, khususnya di kawasan urban seperti Cimahi. Studi ini mengkaji implementasi pendekatan New Public Management (NPM) dalam kebijakan pembongkaran median jalan di kawasan Alun-Alun Cimahi sebagai respons terhadap permasalahan kemacetan dan disintegrasi estetika kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada proses kebijakan, partisipasi aktor, serta dampak kebijakan terhadap efektivitas lalu lintas dan kualitas ruang kota. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan ini mencerminkan prinsip-prinsip inti NPM, seperti efisiensi pelayanan publik, orientasi pada hasil, dan kepemimpinan publik yang proaktif. Pembongkaran median jalan terbukti mampu memperlancar arus lalu lintas, meningkatkan aksesibilitas antar sisi jalan, serta memperkuat konektivitas ekonomi mikro. Selain itu, kebijakan ini juga menunjukkan perhatian terhadap aspek estetika dan kenyamanan pengguna ruang kota. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini memerlukan dukungan sistemik seperti penataan parkir, pengamanan pejalan kaki, dan pemantauan berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan NPM dapat diadaptasi dalam konteks tata kelola lokal, asalkan didukung oleh kepemimpinan yang solutif, koordinasi lintas sektor, dan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan warga.
Copyrights © 2025