Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi internal pendidikan dasar di Kabupaten Kendal, khususnya terkait dengan angka mengulang kelas dan drop out. Meskipun secara administratif angka tersebut sangat rendah berkat kebijakan "semua siswa naik kelas" dan implementasi Kurikulum Merdeka, kenyataan di lapangan menunjukkan masih terdapat kasus-kasus siswa yang tidak naik kelas atau keluar dari sekolah akibat faktor non-akademik, seperti perilaku menyimpang, pelanggaran tata tertib, serta masalah sosial dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah di beberapa SD di Kabupaten Kendal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi internal tidak cukup diukur dari jumlah siswa yang naik kelas, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pembelajaran dan dukungan terhadap kebutuhan individual siswa. Diperlukan upaya manajerial yang lebih responsif serta evaluasi kebijakan yang komprehensif agar efisiensi internal benar-benar mencerminkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya.
Copyrights © 2025