Tahun 2024 terdapat 319 jembatan di seluruh ruas jalan kabupaten, dengan beberapa di antaranya berstatus jembatan khusus. Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan pemeliharaan dan monitoring rutin, agar kualitas dan kesehatan struktur jembatan dapat dinilai secara berkala. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kerusakan pada jembatan adalah Structural Health Monitoring System (SHMS), yang menggunakan sensor untuk memantau kinerja dan tingkat layanan struktur jembatan, melalui pengukuran frekuensi, lendutan, dan tekanan beban. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku struktur Jembatan Kutai Kartanegara secara real time berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System dan mengetahui kondisi batas keamanan pada struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh secara langsung dari lapangan melalui hasil pengukuran Structural Health Monitoring System (SHMS) yang telah terpasang pada titik-titik kritis struktur jembatan. Dari hasil analisa dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan beberapa sebagai berikut : Perilaku struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System pada periode Januari hingga April 2024 menunjukkan bahwa regangan yang terjadi berada di angka -27 sampai -45 µ strain, pergerakan bearing sebesar -20 sampai -42 mm dan kecepatan angin sebesar 6,7 – 35 m/s dan. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi batas keamanan pada struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System, maka dapat disimpulkan bahwa nilai deformasi vertikal, pergerakan bearing jembatan dan kecepatan angin yang terjadi pada jembatan masih berada di bawah nilai maksimum yang dijinkan
Copyrights © 2025