Layanan tepat mutu dan perbaikan berkelanjutan menjadi target industri manufaktur agar dapatterus bersaing dan menjadi yang terdepan di bidangnya. Proses produksi dalam industri manufakturmemiliki bagian penting salah satunya adalah analisis kapasitas produksi. PT. Pindad (Persero)menerapkan strategi make to order dan jobshop, memiliki tantangan untuk menentukan kapasitasproduksi karena tingkat variasi produk yang sangat tinggi dengan jumlah dan periode permintaanyang sulit untuk diprediksi. Penentuan kapasitas produksi yang tepat mendukung kelancaranrangkaian proses selanjutnya.Penelitian ini menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan pendekatan billof labor untuk melakukan analisis kapasitas produksi. Metode ini digunakan pada penelitian inikarena keluwesannya untuk menerima data dalam jumlah yang besar. Hal ini sesuai dengankarakteristik perusahaan yang memiliki data input beragam dan banyak.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa average available capacity untuk Workcenter 1adalah 1167,68 jam dan average needed capacity untuk Workcenter 1 adalah 622,79 jam. Kelebihankapasitas terbesar terjadi pada periode ke 7, yaitu sebesar 2,87 kali dari kapasitas yang tersedia.Sedangkan undercapacity terbesar terjadi pada periode ke 8 dan 11, yaitu sebesar 1520,64 jam.
Copyrights © 2017