Masalah stunting masih menjadi beban dan noda hitam dalam gemuruh pelaksanaan pembangunan termasuk di Kalimantan Tengah. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan stunting adalah sayuran Kelakai dan Bajei. Sayuran ini mudah tumbuh dan bernilai gizi tinggi. Permasalahnnya adalah banyak tanaman Kelakai dan Bajei yang dimatikan karena dianggap merusak keindahan serta adanya stigma bahwa sayuran ini dianggap sebagai makanan orang kampung. Guna mengatasi permasalahan ini dibangun demplot sayuran Kelakai dan Bajei serta demonstrasi pengolahan makanan dengan menggunakan sayuran bajei dan Kelakai di Desa Tewang Karangan Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Jenis olahan makanan yang dibuat, yaitu Kue Kering Kelakai dan Bajei, Stik Kelakai dan Bajei, Dim Sum Kelakai dan Bajei, Pentol Kelakai dan Bajei, Nugget Kelakai dan Bajei, Sempol Kelakai dan Bajei. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pertama, Pembangunan Demplot, pada kegiatan demonstrasi kedua, serta pencanangan gerakan gemar makan Kelakai dan Bajei. Pada kegiatan pencanangan melibatkan ibu hamil, balita, anak-anak, kader PKK, tenaga kesehatan, ibu menyusui, dan perangkat desa. Kendala dalam pelaksanaan kegiatan seperti bahan pangan sayuran Kelakai dan Bajei mengeluarkan lendir sehingga mengeluarkan aroma tidak enak, sehingga diatasi dengan proses penjemuran, serta ibu-ibu yang sering lupa dengan proses pengolahan yang diajarkan, sehingga dibuat video tutorial dan buku resepnya.
Copyrights © 2025