Prevalensi stunting di Kabupten Garut sebesar 35%, Pemerintah telah menentukan target prevalensi stunting di tahun 2024 berada di angka 14% artinya masih terdapat kesenjangan sebesar 21%. Stunting menimbulkan dampak yang dapat berkurangnya mutu sumber daya manusia serta keproduktifannya, dalam penelitian peneliti ingin melakukan pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu. Berdasarkan laporan Puskesmas Karangpawitan pada periode Januari s/d November 2022 terdapat sebanyak 431 balita usia 0-59 bulan yang mengalami stunting. Tujun untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan dengan media power poin terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang Stunting di Desa Karangsari Kabupaten Garut Tahun 2023. Metode penelitialn yalng digunalkaln aldallalh Qualsi Eksperimen dengaln pretest posttest one group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 sebanyak 52 dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah uji paired T-test, yaitu untuk menguji hipotesis dua sampel yang berpasangan. Rata-rata pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebesar 17,02 dan sesudahn diberikan penyuluhan sebesar 19,06. Hasil bivariat menunjukkan p-value sebesar 0,000. Penyuluhan kesehatan dengan media power poin terbukti efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting. Diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat guna mengetahui penyebab stunting yang dapat terjadi pada balita dan sebagai bahan informasi untuk melakukan pencegahan sehingga dapat memperbaiki status gizi keluarga.
Copyrights © 2024