Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi yang penyebaran penyakitnya akan mudah terjadi setelah bencana banjir. Hal ini disebabkan karena kondisi lingkungan yang mendukung untuk berkembangnya vector dan agen biologi seperti nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit. Untuk mengatasi hal tersebut harus didukung oleh pengetahuan yang baik terkait dengan hal yang harus dilakukan untukmencegah timbulnya penyebaran penyakit menular. World Health Organization (WHO, 2006) menyebutkan bahwa terdapat lima hal yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit menular akibat bencana banjir yaitu: menjaga kebersihan air, sanitasi dan rencana tempat pengungsian; pelayanan kesehatan primer; sistemperingatan dini; pencegahan penyebaran penyakit seperti Diare, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria.[1] Banjir dapat didefinisikan sebagai genangan dalam jumlah yang banyak pada lahan yang biasanya kering seperti pada lahan pertanian, permukiman, pusat kota. Banjir dapat berdampak pada kesehatan seseorang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Banjir terjadi karena volume air yang mengalir pada suatu sungai atau saluran drainase melebihi atau di atas kapasitas pengalirannya [1] Vevi Kurniawati, “Analisis Pengetahuan Masyarakat Tentang Resiko Penyebaran Penyakit Menular Pasca Bencana Banjir Di Pangkalan Koto Baru Lima Puluh Kota,” Jurnal Menara Ilmu 12, no. 7 (2018): 150–55, http://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menarailmu/article/viewFile/2790/pdf.
Copyrights © 2025