Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti langsat. Namun, buah langsat memiliki umur simpan yang sangat pendek dengan perubahan warna kulit menjadi coklat setelah 3 hari penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah langsat. Metode penelitian mencakup preparasi biji rambutan, pembuatan pati, formulasi edible coating dengan berbagai konsentrasi (0-5%), dan aplikasinya pada buah langsat. Parameter yang diamati selama 7 hari penyimpanan meliputi padatan terlarut, susut bobot, kadar air, dan uji organoleptik, serta karakterisasi FTIR untuk analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 menunjukkan performa optimal dalam mempertahankan padatan terlarut dengan nilai tertinggi (28,90635%) pada hari ke-7. Perlakuan P1 terbukti paling efektif dalam menghambat susut bobot (4,95840%) dibandingkan perlakuan lainnya yang berkisar antara 23,89951-29,55146%. Untuk kadar air, perlakuan P2 memiliki kemampuan terbaik mempertahankan kadar air (64,94%) pada hari ke-7, jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol (56,20%). Uji organoleptik menunjukkan konsentrasi 3-4% memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas warna, bau, tekstur, dan rasa hingga hari ke-5. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil (-OH) pada 3313.33 cm⁻¹, gugus karbonil (C=O) pada 1636.82 cm⁻¹, dan gugus C-O pada kisaran 1000-1200 cm⁻¹, yang membuktikan kemiripan struktur dengan pati kentang. Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating yang efektif untuk memperpanjang umur simpan buah langsat.
Copyrights © 2025