Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengelolaan Ekosistem Lamun untuk Keberlanjutan Populasi Kuda Laut di Desa Sebong Pereh, Kabupaten Bintan Rizqan Khairan Munandar; Sulistiono Sulistiono; Isdrajad Setyobudiandi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.25.3.405

Abstract

This research is about studying ecosystems that was designed to analyze the relationship between seagrass ecosystem, environmental competition, and seahorse participation to analyze the distribution of seagrass ecosystems and the abundance of sea horses, and to analyze seahorse-based ecosystem management strategies. This research was conducted in March–June 2017. The determination of the research station was based on purposive sampling technique. Retrieval of seagrass ecosystem data was conducted using a quadrant with the size of 50 x 50 cm transect. Seahorse data were collected using visual census on seagrass transect with a plot of 100 x 100 cm. The relationships between environmental parameters, seagrass ecosystems, and seahorses were calculated using XL Starting 2015. Management of seagrass ecosystems was analyzed using SWOT. Analysis of seagrass included type, density, and INP. Seahorse analysis calculated the abundance of seahorse. The results found 6 species of seagrasses, namely Enhalus acoraides (Ea), Thalassia hemprichii (Th), Halophila ovalis (Ho), Syringodium isoetifolium (Si), Cymodocea serrulata (Cs), and Thalassodendron ciliatum (Tc) with a density that covered sea horse abundance, and INP which had several types of roles in the research location. The management is carried out with the objectives of sustainable resources. Keywords: seagrass ecosystem, seahorse, Sebong Pereh Village
SOSIALISASI PENTINGNYA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN PENGENALAN APLIKASI AVENZA MAPS DALAM PEMANTAUAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG Zibar, Zan; Saputra, Robin; Munandar, Rizqan Khairan; Santoso, Hendi; dodi, Dodi; Linda, Riza
Bina Bahari Vol 3, No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v3i3.74

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikenal memiliki kekayaan berbagai jenis terumbu karang yang merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati ikan di dunia. Pulau Lemukutan memiliki potensi sumberdaya kelautan diantaranya terumbu karang, lamun dan makroalga yang mendiami habitat dasar perairan. Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) menjumpai masih minimnya pemahaman tentang pentingnya ekosistem terumbu karang serta masih terbatasnya pengetahuan masyarakat Pulau Lemukutan dalam memanfaatkan teknologi aplikasi avenza dalam pemantauan ekosistem terumbu karang, namun kelompok pokmaswas dan pelaku usaha di bidang kelautan serta wisata bahari mahir dalam menggunakan smart phone. Upaya mengatasi permasalahan tersebut, maka sosialisasi pentingnya ekosistem terumbu karang dan pengenalan aplikasi avenza dalam pemantauan ekosistem terumbu karang penting dilakukan. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan memberdayakan masyarakat lokal dengan pengetahuan dan keterampilan dalam monitoring dan pelestarian terumbu karang mengunakan aplikasi avenza maps. Hasil kegiatan menunjukan Kelompok masyarakat Pulau Lemukutan telah memahami manfaat ekosistem terumbu karang namun masih belum memahami pengunaan aplikasi avenza untuk pemantauan ekosistem terumbu karang.
Design of A Solar-Powered Automatic Grouper Fish Feeder In Floating Net Cages Santoso, Hendi; Saputra, Robin; Zibar, Zan; Munandar, Rizqan Khairan
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v6i2.553

Abstract

This research aims to design and develop an automatic feeding device for grouper fish operating in floating net cages, using solar energy as the power source. The system is designed to improve feeding efficiency by providing feed at the right time and in the appropriate amount, supporting optimal fish growth. The device is equipped with solar panels as the main power supply, along with a time sensor to regulate feeding frequency. This technology is expected to optimize the productivity of grouper aquaculture while maintaining environmental sustainability through the use of renewable energy. The device was tested in floating net cages at Semak Daun Island, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, with the results showing that it functioned effectively, dispensing feed according to the set schedule and operating stably using solar power. This research examined the relationship between the rotation time of the feed motor (DC motor) and the weight of the dispensed feed. The rotation time of the DC motor is directly proportional to the feed weight, with a correlation value exceeding 90%. The energy required for one day of operation is 36.01 watts. In this system, we used 12 units of 18650 batteries with a capacity of 2000mAh (2Ah) and a voltage of 3.7 volts, along with a 10wp solar panel.
Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat Di Desa Mas Bangun, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat Munandar, Rizqan Khairan; Santoso, Hendi; Zibar, Zan; Saputra, Robin; Dodi, Dodi
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v6i2.10774

Abstract

Ekosistem mangrove terletak di daerah pesisir yang memiliki nilai bagi yang memanfaatkan jasajasa lingkungan salah satu yang memanfaatkan hutan mangrove tersebut ialah manusia. Neayan Desa Mas Bangun memanfaat Kawasan mangrove sebagai mata pencarian. Tujuan dari penelitian tersebut ialah pemanfaatan ekosistem mangrove, strategi pengelolaan mangrove secara berkelanjutan. Metode yang digunakan ialah wawancara ke nelayan yang memangfaatkan Kawasan mangrove dan dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk pemanfaatan yang berkelanjutan. Hasil yang didapat dari analisis SWOT rangking 1 yang harus dilakukan untuk pengelolaan yang berkelanjutan ialah strategi SO Desa Mas Bangun memiliki luas lahan mangrove yang besar. Ketersedian biota-biota yang bernilai ekonomis sangat mendukung perekonomian nelayan Desa Mas Bangun, 2 Strategi WO Kurangnya sosialisasi ke nelayan Desa Mas Bangun tentang pemanfaatan ekosistem mangrove, 3 strategi ST Penetapan daerah penangkapan biota yang bernilai ekonomis di ekosistem mangrove agar pembuangan limbah tidak masuk ke kawasan penangkapan, 4 strategi WT Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pembinaan dan penyuluhan kepada seluruh lapisan akan arti pentingnya ekosistem mangrove untuk keberadaan biota serta menjaga kelestariannya.
Analisis Pasang Surut Sungai Kapuas Kota Pontianak Menggunakan Metode Admiralty Santoso, Hendi; Saputra, Robin; Munandar, Rizqan Khairan; Zibar, Zan; Dodi, Dodi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.975

Abstract

This study analyzes the tidal patterns in the Kapuas River, Pontianak, using the Admiralty Method to determine the type and characteristics of tides and their implications for flood management and navigation along the river channel. Based on harmonic analysis, the tides in the Kapuas River are classified as mixed, with a dominant semidiurnal component, resulting in two high and two low tides per day with varying heights. This tidal type potentially increases flood risk, particularly when peak tides coincide with high upstream discharge. This condition heightens the risk of river overflow, necessitating mitigation measures such as tidal monitoring and effective drainage planning. Additionally, tidal fluctuations impact the depth of the river channel, critical for navigation activities. At high tide, water depth increases, facilitating large vessel navigation, while at low tide, some channels may become shallow, hindering navigation. This study’s findings highlight the importance of integrating tidal predictions in coastal area management and river channel regulation in Pontianak to reduce flood risk and support safe navigation.
Pemetaan Batimetri dan Analisis Kondisi Fisik dan Kimia Perairan Pulau Putri-Kayu Angin, Kepulauan Seribu, Jakarta Hendi Santoso; Zan Zibar; Rizqan Khairan Munandar; Robin Saputra; Adityo Raynaldo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batimetri dan analisis kondisi fisik serta kimia perairan di sekitar Pulau Putri dan Pulau Kayu Angin, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan mencakup pengukuran kedalaman laut menggunakan echosounder GPS MAP 585 S untuk pembuatan peta batimetri, serta pengumpulan data pasang surut menggunakan data dari Dishidros TNI AL. Selain itu, sampel air diambil pada beberapa titik untuk menganalisis parameter fisik dan kimis seperti suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Data batimetri yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak GIS untuk menghasilkan peta topografi bawah laut yang akurat. Analisis data fisik dan kimia perairan memberikan gambaran tentang kualitas air dan kondisi lingkungan di area penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perairan di perairan Pulau Putri – Kayu Angin mempunyai dasar perairan yang cukup landai dan beberapa ada yang curam dari kedalaman 3 m hingga 29,7 m. Analisa data pasang surut memperlihatkan pasang surut di daerah tersebut termasuk pada tipe harian tunggal. Secara umum, kondisi perairan yang baik dapat diamati dari hasil pengukuran kualitas perairan yang tidak melebihi baku mutu air laut untuk biota laut Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan lingkungan dan konservasi sumber daya perairan di Kepulauan Seribu.
Pemanfaatan Pati Limbah Biji Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Edible Coating Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Langsat (Lansium Domesticum L.) Febriaty, Irma Ramadhani; Utami, Naniek Tri; santoso, Hendi; Munandar, Rizqan Khairan
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i1.11999

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti langsat. Namun, buah langsat memiliki umur simpan yang sangat pendek dengan perubahan warna kulit menjadi coklat setelah 3 hari penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah langsat. Metode penelitian mencakup preparasi biji rambutan, pembuatan pati, formulasi edible coating dengan berbagai konsentrasi (0-5%), dan aplikasinya pada buah langsat. Parameter yang diamati selama 7 hari penyimpanan meliputi padatan terlarut, susut bobot, kadar air, dan uji organoleptik, serta karakterisasi FTIR untuk analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 menunjukkan performa optimal dalam mempertahankan padatan terlarut dengan nilai tertinggi (28,90635%) pada hari ke-7. Perlakuan P1 terbukti paling efektif dalam menghambat susut bobot (4,95840%) dibandingkan perlakuan lainnya yang berkisar antara 23,89951-29,55146%. Untuk kadar air, perlakuan P2 memiliki kemampuan terbaik mempertahankan kadar air (64,94%) pada hari ke-7, jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol (56,20%). Uji organoleptik menunjukkan konsentrasi 3-4% memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas warna, bau, tekstur, dan rasa hingga hari ke-5. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil (-OH) pada 3313.33 cm⁻¹, gugus karbonil (C=O) pada 1636.82 cm⁻¹, dan gugus C-O pada kisaran 1000-1200 cm⁻¹, yang membuktikan kemiripan struktur dengan pati kentang. Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating yang efektif untuk memperpanjang umur simpan buah langsat.
Analysis of Lead (Pb) and Zinc (Zn) Heavy Metal Levels in Coastal Waters of Lemukutan Island, Bengkayang Regency Utami, Naniek Tri; Febriaty, Irma Ramadhani; Munandar, Rizqan Khairan; Santoso, Hendi; Bahri, Samsul
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i1.11829

Abstract

The waters of Teluk Surau, Lemukutan Island, Bengkayang Regency are part of a Conservation Area that is the center of economic activities such as pearl shell cultivation, fishing, tourist transportation and settlement. These activities have the potential to pollute waters with heavy metals lead (Pb) and zinc (Zn) which can disrupt ecosystems and public health. This study aims to analyze the concentration of heavy metals Pb and Zn based on location characteristics and human activities in the waters. Sampling was conducted at four strategic points representing residential areas, pearl mussel farms, docks and control areas (no activity). Water samples were taken at a depth of 30 cm, then preserved with HNO₃ until pH ≤ 2 and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that Pb concentrations ranged from 0.1385-0.1763 mg/L, with the highest concentrations found in residential areas and docks (0.1763 mg/L) and the lowest concentrations in areas without activities (0.1385 mg/L). Zn concentrations ranged from 0.0061-0.0140 mg/L, the highest concentration in the dock area (0.0140 mg/L) and the lowest concentration in the pearl mussel cultivation area (0.0061 mg/L). All sampling locations showed Pb concentrations far exceeded the seawater quality standard for marine tourism (0.005 mg/L) according to Government Regulation No. 22 of 2021 appendix VIII on the Implementation of Environmental Protection and Management, while Zn concentrations were still below the standard.
Rancang Bangun Alat Monitoring Pasang Surut Menggunakan Energi Matahari Berbasis Internet of Things (IoT) Santoso, Hendi; Munandar, Rizqan Khairan; Saputra, Robin; Zibar, Zan; Dodi, Dodi
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.29729

Abstract

ABSTRAKPemantauan pasang surut air laut sangat penting dalam pengelolaan wilayah pesisir, keselamatan navigasi, dan studi lingkungan. Namun, sistem pemantauan pasang surut konvensional sering menghadapi kendala seperti biaya operasional yang tinggi dan ketergantungan pada sumber energi fosil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat monitoring pasang surut berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan sumber energi terbarukan berupa tenaga surya. Alat ini menggunakan modul ESP8266 sebagai mikrokontroler utama yang terhubung dengan sistem IoT melalui koneksi Wi-Fi. Panel surya berkapasitas 10 Wp dan aki 12 V 6 Ah digunakan untuk mendukung operasional alat secara mandiri sehingga dapat berfungsi terus-menerus tanpa bergantung pada listrik konvensional. Data yang diperoleh, seperti tinggi pasang surut air, dikirimkan secara real-time ke website khusus yang terintegrasi dengan database MySQL untuk menyimpan data pengukuran. Hal ini memudahkan pengguna dalam mengakses informasi historis dan melakukan analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat monitoring pasang surut berbasis IoT dengan energi surya ini dapat beroperasi secara efektif dan memberikan solusi pemantauan pasang surut yang efisien serta ramah lingkungan.Kata Kunci: ESP8266, Internet of Things (IoT), Monitoring Pasang Surut, Panel Surya, Website.ABSTRACTThis study aims to design and develop a tidal monitoring device based on the Internet of Things (IoT) that utilizes solar energy as a renewable power source. The device is equipped with an ESP8266 module as the main microcontroller, which connects to the IoT system via Wi-Fi. A 10 Wp solar panel and a 12 V 6 Ah battery are used to ensure the device operates autonomously, allowing it to function continuously without relying on conventional power sources. Data collect-ed from the device, such as tidal height, is transmitted in real-time to a custom-developed web-site. The website is integrated with a MySQL database to store the measured tidal data, facilitat-ing easy access to historical data and further analysis. The results of this study demonstrate that the solar-powered tidal monitoring device based on IoT operates effectively, offering an efficient and environmentally friendly solution for tidal monitoring.Keywords: ESP8266, Internet of Things (IoT), Solar Panel, Tidal Monitoring, Website.
PEMUTAKHIRAN PETA DESA TELUK BATANG SELATAN KABUPATEN KAYONG UTARA Saputra, Robin; Zibar, Zan; Santoso, Hendi; Munandar, Rizqan Khairan; Dodi, Dodi; Linda, Riza
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.24901

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemutakhiran peta Desa Teluk Batang Selatan, Kabupaten Kayong Utara, dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung pengelolaan wilayah yang lebih baik. Pemutakhiran peta desa merupakan aspek penting dalam pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, dan pengembangan infrastruktur desa. Di banyak wilayah, termasuk Desa Teluk Batang Selatan, ketersediaan peta yang akurat dan up-to-date masih menjadi tantangan karena keterbatasan teknologi, sumber daya, dan dukungan finansial. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan peta administrasi yang lebih akurat dan lengkap mengenai batas-batas desa serta distribusi fasilitas umum sebagai dasar pengambilan keputusan lokal. Metode pelaksanaan melibatkan beberapa tahap, yakni persiapan, pengumpulan data batas administrasi dan fasilitas umum melalui survei lapangan dan wawancara, digitasi dan pemetaan data menggunakan SIG, serta verifikasi peta bersama perangkat desa. Proses pemetaan diikuti dengan layout dan pencetakan peta yang kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk digunakan dalam pengelolaan wilayah. Hasil dari kegiatan ini berupa peta administrasi Desa Teluk Batang Selatan yang mencakup informasi mengenai batas wilayah serta sebaran fasilitas umum dan prasarana. Peta yang dihasilkan dinilai akurat meskipun resolusi citra yang digunakan masih dapat ditingkatkan di masa depan. Adanya peta ini mempermudah perangkat desa dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan wilayah yang lebih efektif. Evaluasi dari masyarakat menunjukkan bahwa peta ini diterima dengan baik dan dinilai bermanfaat untuk keperluan administrasi serta pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan di masa depan diusulkan untuk menggunakan teknologi drone guna meningkatkan resolusi peta dan detail spasial.