Studi ini bertujuan untuk menekankan posisi guru dalam pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus, terutama bagi anak autis di lingkungan sekolah inklusif. Latar belakang permasalahan mencakup berbagai kesulitan yang dihadapi oleh para pendidik dalam menyampaikan pendidikan yang optimal untuk siswa autis di tengah stigma sosial yang masih ada. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan studi kasus, yang melibatkan pengamatan dan sesi wawancara bersama para pengajar di My Dream School, Banda Aceh. Kajian ini melibatkan seorang pengajar dan seorang anak yang mengalami autisme berusia lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memegang peranan krusial dalam merancang metode pengajaran bagi anak-anak autis. Meskipun terdapat sejumlah kendala, seperti fluktuasi emosi anak, interaksi langsung dan aktivitas belajar secara kelompok terbukti berhasil meningkatkan partisipasi anak. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan interaksi antara pengajar dan siswa melalui metode pembelajaran kelompok serta komunikasi secara langsung. Studi ini menyoroti betapa krusialnya peran orang tua dan komunitas dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif serta mengubah pandangan negatif mengenai anak-anak dengan autisme, yang pada gilirannya mendukung peningkatan praktik pengajaran yang lebih baik.
Copyrights © 2025