Latar Belakang : Kasus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin menyoroti betapa kompleksnya praktik penyimpangan yang terjadi dalam sistem pemasyarakatan, mulai dari jual beli fasilitas hingga pemberian izin keluar secara ilegal kepada narapidana korupsi. Di tengah tuntutan era digitalisasi 5.0 dan kemajuan teknologi media sosial, peran kepemimpinan menjadi sangat strategis untuk mempercepat pemberantasan korupsi dan membangun tata kelola lembaga yang lebih transparan dan akuntabel. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kontribusi kepemimpinan transformasional dan berbasis teknologi dalam mempercepat reformasi sistem di Lapas Sukamiskin. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis kasus. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan teknologi, etika birokrasi, dan manajemen perubahan berperan besar dalam menekan praktik korupsi secara sistemik. Kesimpulan : Kepemimpinan memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat penanganan korupsi di Lapas Sukamiskin, terutama di era digitalisasi 5.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan media sosial
Copyrights © 2024