Latar Belakang : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai bagian dari sistem peradilan pidana memegang peran penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Lembaga pemasyarakatan menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti overkapasitas, keterbatasan sumber daya manusia yang baik, kebutuhan reformasi sistem pembinaan dan stigma sosial buruk yang masih terjadi dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Dalam konteks ini, kepemimpinan memiliki peran penting dalam menciptakan dan mengimplementasikan inovasi sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Kepemimpinan yang inovatif menjadi kunci dalam mendorong transformasi menuju pemasyarakatan yang modern dan lebih baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan berkontribusi terhadap inovasi untuk kemajuan dalam Lembaga Pemasyarakatan. Metode : Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan partisipatif menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang progresif, meningkatkan kualitas pelayanan narapidana, serta mengadopsi teknologi digital dalam manajemen pemasyarakatan. Kesimpulan : Inovasi yang berkelanjutan, berbasis nilai kemanusiaan dan keadilan restoratif, menjadi fondasi dalam strategi menuju sistem pemasyarakatan yang modern dan humanis.
Copyrights © 2024