Transformasi Industri 4.0 dan Society 5.0 membawa perubahan pada berbagai sektor, salah satunya adalah pada industri pangan, di mana teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam pemasaran. Kelompok Tani Tuju Wali-Wali II, yang memproduksi abon cabai Ladatta, masih bergantung pada metode konvensional dalam pemasaran, seperti promosi dari mulut ke mulut, dengan jangkauan pasar terbatas. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan daya saing produk abon cabai Ladatta melalui strategi pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi pemasaran digital, pendampingan pembuatan konten dan pengelolaan media sosial, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani berhasil memahami dan mengimplementasikan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada dua parameter yaitu pengetahuan peserta (pre-test 45,25%, post-test 87,62%) dan keterampilan peserta (pre-test 38,15%, post-test 79,34%). Pemasaran digital memungkinkan produk mengakses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang baru, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi kelompok tani.
Copyrights © 2025