Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan keluarga dan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap siswa SMAN 2 Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbuka dan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak berperan besar dalam membentuk motivasi belajar siswa. Dukungan emosional dan praktis dari keluarga menciptakan suasana belajar yang positif, sedangkan komunikasi yang terbatas dan kurangnya perhatian dapat melemahkan semangat belajar. Teman sebaya juga berperan signifikan; teman dengan kebiasaan belajar yang baik dapat menjadi motivator, sedangkan pengaruh negatif teman dapat menghambat motivasi belajar. Selain itu, faktor internal seperti rasa tanggung jawab, harga diri, dan tujuan pribadi juga memengaruhi motivasi siswa, didukung atau dihambat oleh kondisi eksternal seperti dukungan orang tua, lingkungan sosial, dan kondisi ekonomi. Kesimpulannya, motivasi belajar siswa terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal, dengan peran penting dari keluarga dan teman sebaya. Dukungan yang konsisten dari kedua lingkungan tersebut dapat mendorong siswa mencapai hasil akademik yang optimal.
Copyrights © 2025