cover
Contact Name
Anita Nurgufriani
Contact Email
jurnalilmiahinsanmulia@gmail.com
Phone
+6285338894705
Journal Mail Official
jurnalilmiahinsanmulia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Tente - Godo, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima - NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Insan Mulia
ISSN : -     EISSN : 30640296     DOI : https://doi.org/10.59923/jiim
Jurnal Ilmiah Insan Mulia adalah jurnal penelitian peer-reviewed akses terbuka berkualitas yang diterbitkan oleh Yayasan Insan Mulia Bima. JIIM menyediakan platform yang menerima dan mengakui makalah penelitian asli empiris berkualitas tinggi di bidang multidisiplin ilmu yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Jurnal Ilmiah Insan Mulia Publish dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Analisis Kualitas Soal Asesmen Sumatif Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Indar Prabowo
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir asesmen semester ganjil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDIT Mentari Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa 21 soal atau 70% dinyatakan valid, sementara 9 soal atau 30% tidak valid. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa soal asesmen sumatif mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas V SDIT Mentari Indonesia Tahun Ajaran 2023/2024 termasuk dalam kategori baik ditinjau dari segi validitas. Hasil asesmen sumatif menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang mengikuti tes, dengan kriteria ketuntasan minimal 66, terdapat 17 siswa yang belum mencapai ketuntasan dan hanya 3 siswa yang sudah tuntas, dengan persentase 85% : 15%. Analisis tingkat kesukaran soal mengungkapkan bahwa 5 butir soal atau 17% termasuk kategori sukar, 22 soal atau 73% masuk kategori sedang, dan 3 soal atau 10% tergolong mudah. Kesimpulannya, soal asesmen memiliki tingkat kesukaran yang baik karena sebagian besar soal (73%) berada pada kategori sedang. Uji daya pembeda menunjukkan bahwa 21 butir soal memiliki daya pembeda yang baik sekali, baik, dan cukup, sehingga harus dipertahankan dan dimasukkan ke dalam bank soal. Sementara itu, 9 butir soal dengan daya pembeda yang sangat jelek dan jelek memerlukan perbaikan total untuk mengevaluasi penyebab kegagalan tersebut.
Implementation of Merdeka Belajar in Indonesian Language Learning in Senior High Schools Muhsyanur, Muhsyanur
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i1.170

Abstract

This qualitative case study explores the implementation of the "Merdeka Belajar" (Freedom to Learn) approach in Indonesian language learning at the senior high school level. The study investigates the perceptions and practices of Indonesian language teachers, the alignment between Merdeka Belajar principles and classroom instruction, and the challenges and opportunities associated with this innovative curriculum framework. Data was collected through semi-structured interviews, classroom observations, and the analysis of curricular materials. The findings reveal a varied landscape of Merdeka Belajar implementation, with some teachers enthusiastically embracing the approach and others struggling to adapt. Key factors influencing the process include teacher beliefs, administrative support, and the broader educational ecosystem. The study highlights the potential of Merdeka Belajar to transform Indonesian language education by fostering student-centered, personalized, and technology-enhanced learning experiences. The insights gained can inform policymakers, school leaders, and educators in their efforts to effectively integrate the Merdeka Belajar approach and deliver a more empowering and relevant language curriculum.
Nilai Humanisme Pendidikan dalam Pandangan KH. Abdurrahman Wahid dan Mahatma Gandhi Heryan Fandi Ahmad; Bhilkizz Nihayatuzzain
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i1.171

Abstract

Hubungan antar warga sekolah seyogyanya saling harmonis, sehingga akan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Humanisme menurut perspektif Gus Dur dan Mahatma Ghandi hadir sebagai tolak ukur dan relevansi adanya Permedikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Kekerasan di Lembaga Satuan Pendidikan yang akhir-akhir ini banyak muncul berita seputar kekerasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan library research. Hasil penelitian ini adalah humanism menurut Gus Dur adalah memanusiakan manusia, sedangkan Mahatma Ghandi merumuskan humanism melalui ahimsa, dimana kedua konsep humanis tersebut akan di relevansikan dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.
Representasi Pendidikan Humanistik Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar Asmawati, Asmawati; Mohammad Rizal Roikhan
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i1.173

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis terkait representasi pendidikan humanistik berbasis teknologi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature dimana peneliti memanfaatkan data sekunder yang tersedia guna menjawab persoalan yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menekankan pada siswa bahwa pemanfaatan teknologi memiliki relevansi dengan pemecahan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Pada mekanisme ini anak didik diajarkan untuk menggunakan teknologi dengan arahan melihat fenomena sosial yang ada disekitar. Dengan demikian siswa akan lebih perduli atas kejadian sosial yang terjadi di linkunganya. Hal ini akan membentu empati siswa dan mampu berfikir kritis atas permasalahan yang ada. Peran teknologi disini adalah untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran dan berfikir kritis. Kedua, pembelajaran yang dilakukan harus mendatankan kebermanfaatan bagi sesama. Hal ini tentu memanfaatkan teknologi dalam mekesplorasi pengetahuan-pengetahuan baru bagi siswa sehingga siswa mampu melakukan penalaran hingga siswa merasa bahwa proses belajar yang dilaluinya adalaah menyenangkan dan memberikan manfaat secara konkrit. Ketiga, memberikan ruang pada siswa untuk belajar secara mandiri. Mekanisme ini mampu menunjukkan pada siswa atas makan belajar dan mencari pengetahuan baru jika dilakukan secara mandiri. Hal ini akan merangsang kepekaan siswa dalam mengeksporasi hal-hal baru yang ada di lingkungan sekitarnya.
Peran Guru dalam Aplikatif Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus pada Sekolah Luar Biasa Latif Syaipudin; Ahmad Luthfi
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu pertama menganalisis bagaimana inovasi model pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus dan kedua bagaimana implementasi peran guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam dalam kelas inklusi pada dasarnya tidak terdapat beberapa konsep pembelajaran yang tidak memiliki perbedaan dengan pendidikan dalam kelas reguler, yaitu sama-sama memiliki tujuan untuk memperkanalkan siswanya kepada agamanya, tentang apa kewajibannya dan apa yang menjadi batas-batas manusia dalam bertindak dalam kehidupannya. Dalam dunia pendidikan, banyak dikenal dengan berbagai macam model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam lintas mata pelajaran, dengan tujuan untuk memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa model pembelajaran reguler dapat di adopsi dan diterapkan dalam proses pembelajaran pada kelas inklusi, dengan pertimbangan kemampuan guru dalam mendekatai peserta didiknya yang merupakan anak berkebutuhan khusus, menjadi kunci keberhasilan pebelajaran.
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual terhadap Minat Belajar Ilmu Pegetahuan Alam (IPA) Siswa Kelas V SDK Narang I Diana Nuryati; Alfonsius Nceong
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i2.255

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa dan hasil belajar mereka yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media audio visual dengan minat belajar IPA siswa kelas V SDK Narang I. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDK Narang I, dengan sampel sebanyak 25 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket dan dokumentasi. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,005, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan media audio visual dengan minat belajar IPA siswa kelas V. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,886, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Selanjutnya, untuk menentukan signifikansi kekuatan hubungan tersebut, nilai sig. dibandingkan dengan nilai r-tabel, di mana 0,886 > 0,413 pada α = 0,05 dengan N = 25-2, sehingga nilai r-tabel adalah 0,413. Selain itu, peneliti menghitung kontribusi variabel X terhadap variabel Y dengan menentukan koefisien determinasi menggunakan rumus R² = r² x 100. Koefisien determinasi dihitung sebagai berikut: R² = 0,886² x 100 = 78,499%. Hasil koefisien determinasi sebesar 78% menunjukkan bahwa minat belajar siswa dipengaruhi oleh penggunaan media audio visual sebesar 78%, sedangkan sisanya, yaitu 100-78 = 22%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan diterimanya Ha, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual memiliki hubungan yang positif dengan minat belajar IPA.
Pengembangan Keterampilan Menyimak pada Siswa di Sekolah Dasar Miftha Huljanna Amri; Rahma Ashari Hamzah; Nurul Aulia
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i2.256

Abstract

Keterampilan menyimak anak sangat memengaruhi perkembangan lainnya khususnya tahapan perkembangan berbahasa anak dikarena perkembangan bahasa anak dimulai dari tahapan menyimak/mendengar terlebih dahulu hingga anak dapat berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menyimak merupakan kemampuan yang dimiliki setiap seseorang baik yang diperoleh dengan sengaja maupun tidak disengaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengembangan Keterampilan Menyimak Pada Siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa di sekolah dasar, mengukur hasil implementasi strategi pengembangan keterampilan menyimak, baik dari aspek pemahaman mater, konsentrasi maupun kemampuan siswa dalam menyampaikan kembali informasi yang didengar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research. Library research yang digunakan dalam penelitian ini dapat berupa buku, artikel dan jurnal. Dalam penelitian ini siswa mengembangkan keterampilan menyimak mereka melalui metode bercerita, mendengarkan radio, kaset audio, televisi, video dan computer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa telah didapat beberapa artikel yang berasal dari jurnal nasional yang sesuai dengan pembahasan pengembangan keterampilan menyimak pada siswa di sekolah dasar yang kemudian diteliti dan dijadikan pembahasan pada artikel ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak dalam metode bercerita, mendengarkan radio, kaset audio, televisi, video, dan computer, sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak dapat mengembangkan keterampilan menyimak anak secara maksimal. Pengembangan keterampilan menyimak anak dipengaruhi juga oleh faktor pendukung yaitu kerjasama dengan orangtua, dan pendidik.
Representasi Barat dan Timur dalam Novel Jangan Menangis Bangsaku Karya N. Marewo Naila Fauziah
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i2.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan adanya relasi superioritas dan inferioritas yang merupakan sebuah representasi terhadap dikotomi Barat dan Timur dalam novel Jangan Menangis Bangsaku karya N. Marewo. Penelitian ini menggunakan teori Orientalisme Edward W. Said dengan metode kualitatif. Novel JMB ini menceritakan mengenai situasi yang terjadi pada tahun 1997 masa Orde Baru hingga peralihannya. Dalam pandangan Barat, Timur senantiasa dianggap membawa nilai-nilai yang lemah, antah berantah dan mudah diadu domba, sedangkan Barat membawa sifat sebaliknya, seperti pemberani, berkuasa, serta pintar. Dalam novel JMB, menguraikan bahwa Barat direpresentasikan oleh pemerintah Orba yang menguasai segala aspek, salah satunya ekonomi. Pemerintah yang berkuasa dalam novel ini melakukan tindakan represif terhadap kelompok yang berseberangan. Timur yang direpresentasikan rakyat, khususnya warga yang mendiami Lembah Hijau mengalami penindasan hingga mati tertembak senapan. Selain itu, diperlihatkan pula bahwa Timur melalui tokoh Pak Karman mudah terprovokasi untuk mengambil keuntungan pribadi di Lembah Hijau sehingga perkelahian dalam lingkup mikro akibat politik adu domba yang penguasa lakukan. Politik pecah belah sebenarnya sudah tercermin sejak zaman Kolonial Belanda dengan istilah devide et impera. Dalam penelitian ini pula menghasilkan sebuah dekonstruksi terhadap Timur, yang berkaitan dengan nilai-nilai unggul. Nilai ini terpresentasikan melalui tokoh Tambor dan Riska yang setia kawan, sikap gotong royong, hingga memiliki nilai kekeluargaan dan kebersamaan.
Kajian Literatur Pentingnya Pengembangan Bahan Ajar terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Nur Amalia Ramadhani; Rahma Ashari Hamzah; Maharani La Kabi; Atika Matdoan
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i2.282

Abstract

Bahan ajar adalah perangkat pendidikan yang mencakup materi pelajaran, metode pembelajaran, keterbatasan, dan teknik evaluasi untuk mencapai tujuan kompetensi dan sub kompetensi yang diharapkan. Bahan ajar membantu guru melakukan kegiatan belajar mengajar dengan sumber pendidikan, guru dapat menyampaikan pelajaran dengan baik kepada siswa. Pengembangan bahan ajar di Sekolah Dasar (SD) adalah proses kreatif dalam merancang, menyusun, dan menghasilkan materi pembelajaran kurikulum yang sesuai dengan karakteristik siswa SD, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar sangat penting untuk pembelajaran. Bahan ajar yang baik dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil kajian literatur tentang pentingnya pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia yang digunakan dalam pembelajaran di SD, manfaat bahan ajar serta keunggulan dan kelemahan bahan ajar tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lembaga pustaka (library research). Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan artikel yang diterbitkan dalam jurnal nasional 10 tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari beberapa jurnal yang di teliti sesuai dengan judul yang ditetapkan. Ada banyak jenis bahan ajar dengan masing-masing keunggulan dan kelemahan. Penelitian ini membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia khususnya di Sekolah Dasar.
Instagram Captions by Berlian College Students: A Blend of Indonesian and English Code-Mixing Lalu Isnaeni Rahman; Dedy Ahsan Muttaqin
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v1i2.298

Abstract

This study delves into the vibrant phenomenon of code-mixing in Instagram captions created by students, exploring how they seamlessly blend Indonesian and English. This research provides fresh insights into bilingual expression in a digital context by focusing on the specific types of code-mixing used and the underlying factors driving its adoption. Using a descriptive qualitative approach, the study analyzed Instagram posts from Berlian Education Training College students aged 18 to 25, focusing on 11 participants with higher English proficiency. The data collection technique used in this study is the documentation technique. The researcher documented natural data obtained from utterances posted on Instagram. The findings reveal a distinct insertion pattern: English words are strategically placed at Indonesian sentences' beginning, middle, or end. Factors influencing this linguistic blend include bilingualism, social background, vocabulary range, context, and interaction dynamics. This research sheds light on how young bilingual speakers creatively navigate their linguistic repertoire to communicate and connect on social media.

Page 1 of 2 | Total Record : 15