Pengembangan profesional guru merupakan aspek krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan, salah satunya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan implementasi KKG Bahasa Indonesia di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dengan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods, dengan data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% guru menganggap materi KKG relevan, tetapi 65% merasa kurang sesuai dengan konteks siswa multilingual. Sumber daya terbatas, di mana hanya 40% pertemuan KKG yang menggunakan fasilitas digital. Partisipasi aktif guru dalam KKG masih rendah (25%), dan metode pelatihan didominasi oleh ceramah (85%). Dampak terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia cukup signifikan, dengan peningkatan 15% dalam kemampuan membaca kritis siswa. Namun, integrasi teknologi dalam pengajaran masih menjadi tantangan, dengan hanya 20% guru yang berhasil mengimplementasikannya. Evaluasi ini merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti kontekstualisasi materi KKG untuk siswa multilingual, digitalisasi pertemuan KKG, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penyederhanaan prosedur administratif agar anggaran dapat terserap secara optimal. Implikasi kebijakan yang diusulkan meliputi revisi panduan KKG oleh Dinas Pendidikan serta penguatan kapasitas fasilitator dalam metode pembelajaran berbasis teknologi.
Copyrights © 2025