Program keterlibatan masyarakat ini dirancang untuk memperkuat tata kelola institusi pesantren melalui perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang strategis. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Islam Al-Ilham, yang berlokasi di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Indonesia. Program ini merespons permasalahan umum yang dihadapi banyak lembaga pendidikan Islam, yaitu belum adanya sistem manajemen SDM yang terstruktur dan berbasis kompetensi. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini melibatkan pimpinan dan staf pesantren dalam serangkaian kegiatan, seperti identifikasi masalah, pelatihan, penyusunan dokumen secara bersama, serta evaluasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode campuran, yakni wawancara, kuesioner, dan observasi langsung. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa pengelolaan SDM masih bersifat informal, tidak terdokumentasi, dan belum dilengkapi dengan mekanisme evaluasi yang sistematis. Setelah pelaksanaan program mentoring selama tiga bulan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun rencana kebutuhan SDM. Hal ini tercermin dari peningkatan skor tes pasca-pelatihan serta diadopsinya dokumen rencana kebutuhan tenaga kerja secara formal. Keterlibatan aktif seluruh peserta dalam merancang dan menerapkan strategi penempatan kerja turut mendorong lahirnya rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memicu perubahan budaya organisasi menuju pengelolaan yang lebih profesional dan sistematis. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa model pendampingan berbasis kebutuhan dapat direplikasi secara efektif di pesantren lain yang menghadapi tantangan tata kelola serupa, khususnya di wilayah semi-perkotaan yang mengalami pertumbuhan kelembagaan yang pesat.
Copyrights © 2025