Desa Tlasih, Sidoarjo dikenal dengan banyaknya industri rumah tangga yang memproduksi makanan khas seperti bawang goreng dan camilan tradisional lainnya. Permasalahan utama dalam industri ini adalah masih rendahnya literasi dan implementasi manajemen rantai pasok dan hanya berfokus pada omset penjualan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas implementasi manajemen rantai pasok dari kegiatan pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi. Melalui manajemen rantai pasok yang baik, industri bawang goreng dapat mengamankan pasokan bawang merah sebagai bahan baku utama. Metode pada kegiatan ini dibagi menjadi tiga fase yaitu identifikasi, implementasi dan monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah para UKM Bawang Goreng di Desa Tlasih, Kabupaten Sidoarjo meningkatkan literasi tentang manajemen rantai pasok bagi pelaku industri bawang goreng serta pelaku UKM sudah memahami cara mengimplementasikan manajemen rantai pasok industri bawang goreng. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah pelaku UKM sudah menerapkan manajemen rantai pasok dalam pengadaan bahan baku, penyimpanan bahan baku, proses produksi bawang goreng, dan distribusi.
Copyrights © 2025