Remaja awal mengalami perubahan fisiologis dan psikologis yang kompleks. Mereka menghadapi sejumlah hal baru yang membuat mereka bingung mengenai diri mereka sendiri dan juga tanggapan lingkungan sekitar terhadap dirinya. Kondisi ini menyebabkan banyak dari remaja awal mencoba mengeksplorasi lingkungannya dengan alas an mencari jati diri. Dalam pencarian jati diri ini mereka menemukan banyak ketidaksesuaian yang membuatnya frustrasi. Frustrasi yang dialami oleh remaja awal ini memunculkan berbagai gejala antara lain; gejala emosional, hiperaktivitas, penyimpangan perilaku, masalah dengan teman sebaya dan perilaku prososial. Gejala tersebut digolongkan ke dalam kesehatan mental emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kesehatan mental emosional dengan self compassion pada remaja awal di Kota Makassar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 44 remaja di Kota Makassar. Data dianalisis dengan teknik statistic korelasi pearson. Responden dalam penelitian ini sebanyak 44 remaja di Kota Makassar. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self compassion dengan kesehatan mental emosional pada remaja di Kota Makassar (0,584 > r tabel 0,2907, p < 0,000).
Copyrights © 2025