AbstractThis study aims to identify and formulate effective strategies in improving the quality of worship leaders in the Bethany Palopo Church Congregation, South Sulawesi. The quality of the praise leader has an important role in building an atmosphere of worship that supports the spiritual growth of the congregation. The research approach used is qualitative descriptive with a case study method. Data was collected through in-depth interviews, direct observations, and documentation of worship leaders, congregation pastors, and members of the music and praise teams. The results of the study show that the main challenges faced are the lack of continuous training, the lack of a theological understanding of praise and worship, and limitations in the technical and leadership aspects. The proposed strategy includes regular spiritual and musical-based training, mentoring by senior leaders, development of an internal training curriculum, as well as periodic evaluations of the performance and spiritual growth of the praise leader. The implications of this research are expected to be the basis for the development of a more structured and sustainable coaching program, in order to create praise leaders who are not only technically competent, but also have high spiritual maturity and integrity.Keywords: Bethany Church; improvement strategies; leadership qualities ; worship; worship leader; spiritual training. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pemimpin pujian di Jemaat Gereja Bethany Palopo, Sulawesi Selatan. Kualitas pemimpin pujian memiliki peran penting dalam membangun atmosfer ibadah yang mendukung pertumbuhan rohani jemaat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap para pemimpin pujian, gembala jemaat, serta anggota tim musik dan pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan berkelanjutan, minimnya pemahaman teologis tentang pujian dan penyembahan, serta keterbatasan dalam aspek teknis dan kepemimpinan. Strategi yang diusulkan mencakup pelatihan rutin berbasis spiritual dan musikal, mentoring oleh pemimpin senior, pengembangan kurikulum pelatihan internal, serta evaluasi berkala terhadap kinerja dan pertumbuhan rohani pemimpin pujian. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, guna menciptakan pemimpin pujian yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedewasaan rohani dan integritas yang tinggi.Kata kunci: ibadah; Gereja Bethany; kualitas kepemimpinan; pemimpin pujian; pelatihan rohani.strategi peningkatan.
Copyrights © 2025