Degradasi moral di kalangan remaja telah menjadi isu kritis yang memerlukan intervensi pendidikan karakter yang efektif. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) berperan sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal yang berpotensi dalam pembinaan akhlak. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan di DTA Al-Magfiroh Centre, Karawang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan induktif. MDTA memainkan peran strategis dalam pembinaan akhlak melalui integrasi nilai-nilai Islam yang komprehensif. Lima metode utama teridentifikasi: pembiasaan (shalat rutin, pembacaan Al-Qur'an, sopan santun), keteladanan dari guru, sistem ganjaran dan hukuman, metode diskusi dan tanya jawab, serta kegiatan keagamaan rutin. Hampir seluruh santri menunjukkan akhlaqul karimah yang baik dalam interaksi dengan Allah, guru, dan sesama. Orang tua melaporkan perubahan perilaku positif termasuk peningkatan kedisiplinan beribadah, perbaikan etika berbicara, dan peningkatan sikap hormat. Efektivitas metode pembiasaan dan keteladanan mendukung teori pendidikan Islam yang menekankan pembinaan akhlak sejak dini melalui praktik konsisten dan perilaku teladan. Namun, tantangan era digital, khususnya pengaruh media sosial, memerlukan kolaborasi yang lebih erat antara madrasah dan keluarga untuk mempertahankan konsistensi dan efektivitas pembentukan karakter.
Copyrights © 2025