Ketidaksetaraan gender dalam ketenagakerjaan masih menjadi tantangan di Indonesia. Budaya patriarki, norma sosial, pendidikan, serta kebijakan yang kurang inklusif menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dibandingkan laki-laki. Data dari BPS tahun 2023 menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki dan perempuan di berbagai provinsi. Selain itu, perempuan sering kali menghadapi diskriminasi dalam bentuk kesenjangan upah, akses terbatas terhadap pendidikan dan pelatihan kerja, serta anggapan sosial yang membatasi peluang mereka di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan analisis kuantitatif berbasis data sekunder untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksetaraan gender dalam ketenagakerjaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh gender terhadap TPAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan, ekonomi, dan budaya memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif serta upaya peningkatan akses perempuan terhadap pendidikan dan pelatihan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan setara bagi semua gender.
Copyrights © 2025