Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pemahaman masyarakat desa Harianja terhadap dengke simudur-udur sebagai simbol pemberian berkat dalam perspektif dogmatis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif melalui wawancara serta kuantitatif dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memaknai dengke simudur-udur sebagai berkat secara harfiah, meskipun dalam ajaran Kristen sudah jelas disebutkan hanya Tuhan yang menjadi sumber berkat. Oleh karena itu, dengke simudur-udur sebaiknya dipahami sebagai simbol doa dan harapan dalam adat, serta sebagai media dalam memohon berkat dari Allah, tanpa dikaitkan dengan kekuatan mistis. Gereja berperan penting dalam memberikan pemahaman teologis agar adat tetap selaras dengan iman Kristen.
Copyrights © 2025