Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering disalahpahami sebagai bentuk ketidakpatuhan atau perilaku bermasalah, padahal sebenarnya merupakan gangguan neurodevelopmental yang kompleks yang memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perhatian, kontrol impuls, dan perilaku. Studi berbasis literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma sosial yang menyelimuti anak-anak dengan ADHD dan menekankan pentingnya pergeseran persepsi publik dari penghakiman menuju empati. Dengan mensintesis temuan-temuan terbaru dari penelitian nasional dan internasional, artikel ini menyoroti dimensi neurologis, psikologis, dan sosial dari ADHD serta menggarisbawahi perlunya lingkungan pendidikan dan sosial yang inklusif dan mendukung. Hasil studi menunjukkan bahwa kesalahpahaman terhadap ADHD tidak hanya menghambat diagnosis dan intervensi dini, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kesejahteraan emosional dan potensi akademik individu yang terdampak. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran, khususnya di kalangan orang tua, pendidik, dan masyarakat, sangat penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan hasil perkembangan anak dengan ADHD.
Copyrights © 2025