Makalah ini menganalisis sepuluh puisi terpilih dari Al-Khansa dan Hassan ibn Thabit, dua penyair paling berpengaruh dalam era Khilafah Rasyidah, melalui pendekatan budaya. Analisis ini menyoroti bagaimana puisi berfungsi sebagai medium ekspresi budaya, terutama dalam konteks kehormatan kesukuan, kesedihan atas kematian, dan transisi menuju identitas Islam. Dengan menggunakan pendekatan kultural, studi ini menyelidiki bagaimana kedua penyair mencerminkan transformasi masyarakat dari norma-norma pra-Islam menuju nilai-nilai spiritual Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Khansa melalui ratapan duka dan Hassan ibn Thabit melalui pujian-pujian religius memainkan peran penting dalam membentuk budaya sastra Islam awal.
Copyrights © 2025