Terhambatnya akses pendidikan yang layak, minimnya fasilitas pelatihan, serta keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama dalam pengembangan SDM di Kabupaten Nduga, yang menyebabkan potensi lokal tidak dapat dimaksimalkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini mengkaji mengenai PENA Papua sebagai Strategi alternatif Pembangunan sumber Daya Manusia di Kabupaten Nduga, adanya inisiatif dari Penulis sebagai anak asli suku Nduga yang berkomitmen dalam pengembangan sumber daya Nduga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terutama penulis sendiri sebagai kunci informan dan Sembilan informan yang terlibat langsung, terdiri dari Pengurus PENA Papua, Siswa, Mahasiswa dampingan serta Perwakilan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan untuk SDM Nduga. Data penelitian juga didukung dengan analisis program perencanaan Pembangunan SDM dengan Pembinaan, Pendampingan, yang dilakukan serta sumber media digital sebagai data sekunder. Dengan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Peduli Tunas Harapan Papua ( PENA Papua) terlibat dalam Pembangunan sumber daya manusia Nduga secara kolektif yang dilakukan oleh Narik Yimin Tabuni. Yang berperan dalam mengejar ketertinggalan Pendidikan di kabupaten Nduga baik secara input, proses dan output Pendidikan. Kesimpulannya, dengan adanya model ini dapat mendorong peningkatan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat identitas, rasa percaya diri, dan kemandirian masyarakat Nduga dalam menghadapi perubahan global. Implikasinya, SDM Nduga dapat berkembang lebih optimal, meningkatkan taraf hidup, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025