Wilayah rawan narkoba menjadi lingkungan berisiko bagi perkembangan literasi dan karakter anak. Berdasarkan hasil asesmen awal, ditemukan bahwa 65% anak di Kampung X belum mencapai standar minimum kemampuan membaca dan menulis sesuai tingkat kelasnya. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar dan nilai karakter positif anak di Kampung X. Metode yang digunakan meliputi pemberian booklet edukatif kepada guru dan orang tua serta pelatihan komunikasi asertif kepada 32 anak usia sekolah dasar. Evaluasi dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan anak menyampaikan pendapat (71,9%), menolak ajakan negatif (68,8%), dan menyelesaikan konflik secara positif (62,5%). Anak-anak juga menunjukkan peningkatan dalam aspek kejujuran, empati, dan tanggung jawab. Intervensi berbasis komunikasi asertif terbukti efektif membangun karakter dan literasi sosial emosional. Program ini menunjukkan pentingnya pendekatan terpadu dalam membina ketahanan anak di lingkungan berisiko.
Copyrights © 2025