Salah satu permasalahan yang dihadapi SMK saat ini adalah kurangnya kompetensi tenaga pendidiknya pada bidang mikrokontroler yang berperan dalam merealisasikan sistem Internet-of-Things (IoT). Hal ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan kemampuan tenaga pengajar, tetapi juga minimnya sarana pendukung di lingkungan sekolah. Kondisi ini menjadi salah satu kendala utama dalam penerapan teknologi modern yang tengah berkembang, terutama dalam mempersiapkan sekolah menghadapi era Revolusi Industri 4.0, di mana integrasi teknologi dan konektivitas menjadi elemen yang sangat krusial. Keterampilan dan pengetahuan di bidang aplikasi IoT bukan lagi sekadar tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, pelaksanaan workshop dan pelatihan penggunaan mikrokontroler dalam mendukung realiasi sistem IoT menjadi langkah strategis untuk membantu tenaga pendidik meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ini. Pelatihan diikuti oleh 12 guru di SMKN 1 Koto XI Tarusan. Kegiatan tidak hanya bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan praktis, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Sebagai hasilnya, output berupa trainer mikrokontroler dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran inovatif sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga secara langsung memperkuat kesiapan sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul dalam teknologi.
Copyrights © 2025