Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Aplikasi GymAPP Berbasis Android Untuk Peningkatan Hasil Belajar Senam Bagi Guru SMP Handayani, Sri Gusti; Faradina, Nevi; Yulifri; Komaini, Anton; Elvanny Myori, Dwiprima
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v3i2.39

Abstract

Adapun permasalahan diperoleh dari mitra yaitu; (a) media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran senam dasar oleh anggota mitra pada umumnya masih bersifat konvensional dengan metode lama tanpa adanya proses upgrading atau pembaruan, (b) Dengan kondisi tidak adanya pengembangan media pemeblajaran baru dalam pelaksanaan penilaian senam dasar, maka atribut media terbaru dari iswa tidak dapat teridentifikasi dengan optimal. (c) Lemahnya penguasaan teknologi pada anggota mitra menjadi permasalahan selanjutnya dalam pengembangan media pembelajaran senam terbaru (d) Belum adanya program khusus dalam hal quality control dari produk mitra menjadikan belum adanya upaya penjaminan kualitas media pembelajaran yang diberikan oleh mitra, (e) Minimnya produk yang dihasilkan mitra dalam mendukung pembelajaran Penjasorkes di lapangan menjadikan mitra kurang berkembang dari segi kebaruan media pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang digunakan.(f) Permasalahan distribusi produk yang dimiliki oleh mitra berkaitan dengan lemahnya kemampuan adaptasi anggota mitra terhadap teknologi. (g) Sistem tata kelola dan manajemen mitra belum menerapkan konsep digitalisasi sehingga semua materi teori, penugasan dan kuis masih tergolong konvensional dan manual (h) Pengembangan sumber daya manusia mitra masih belum terfokus pada bidang kompetensi yang berkenaan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran Penjasorkes. Sasaran dari kegiatan ini adalah anggota mitra (MGMP Kabupaten Sijunjung) yang tersebar di seluruh Kabupaten. Pada tahun pertama, target sasaran kegiatan adalah seluruh pengurus dari mitra (berjumlah 45 orang) dan guru Penjasorkes yang tersebar di seluruh Kabupaten Sijunjung dengan perwakilan yang representatif sebanyak 180 orang guru Penjasorkes. Selain itu, luaran adalah dengan publikasi pada jurnal pengabdian nasional yang ber-ISSN, video yang telah di unggah di youtube, serta diberitakan di media massa. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui pelatihan secara langsung secara tatap muka dengan metode ceramah dan demontrasi di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung.
Pelatihan Sistem IoT berbasis Mikrokontroler sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SMKN 1 Koto XI Tarusan Faradina, Nevi; Nurrahmawati, Puji; Asnil, Asnil; Myori, Dwiprima Elvanny; Maulana, Ricky
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.754

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi SMK saat ini adalah kurangnya kompetensi tenaga pendidiknya pada bidang mikrokontroler yang berperan dalam merealisasikan sistem Internet-of-Things (IoT). Hal ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan kemampuan tenaga pengajar, tetapi juga minimnya sarana pendukung di lingkungan sekolah. Kondisi ini menjadi salah satu kendala utama dalam penerapan teknologi modern yang tengah berkembang, terutama dalam mempersiapkan sekolah menghadapi era Revolusi Industri 4.0, di mana integrasi teknologi dan konektivitas menjadi elemen yang sangat krusial. Keterampilan dan pengetahuan di bidang aplikasi IoT bukan lagi sekadar tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, pelaksanaan workshop dan pelatihan penggunaan mikrokontroler dalam mendukung realiasi sistem IoT menjadi langkah strategis untuk membantu tenaga pendidik meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ini. Pelatihan diikuti oleh 12 guru di SMKN 1 Koto XI Tarusan. Kegiatan tidak hanya bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan praktis, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Sebagai hasilnya, output berupa trainer mikrokontroler dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran inovatif sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga secara langsung memperkuat kesiapan sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul dalam teknologi.
Optimalisasi pembelajaran energi terbarukan melalui implementasi trainer PLTS di SMK N 1 koto XI tarusan Myori, Dwiprima Elvanny; Asni, Asni; Nurrahmawati, Puji; Faradina, Nevi; Eliza, Fivia; Mulya, Hasan Sayuti
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.299

Abstract

Energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menjadi solusi penting dalam menjawab tantangan energi global. Pelatihan dan implementasi penggunaan trainer PLTS di SMK bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tentang energi terbarukan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK N 1 Koto XI Tarusan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung selama empat hari yang diikuti oleh 13 orang guru. Kegiatan ini meliputi pengadaan dan pelatihan penggunaan trainer PLTS sebagai media pembelajaran praktis bagi siswa SMK. Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuisioner yang dibagikan kepada peserta setelah mengikuti kegiatan ini diperoleh bahwa 46.15% dari peserta merasa sangat paham dan 53.85% cukup paham mengenai energi terbarukan, 100% dari peserta yakin untuk mengimplementasikan trainer sebagai media pembelajaran, serta 61.54% dari peserta merasa kemampuan mengajar mereka sangat meningkat. Bentuk kontribusi kegiatan ini yaitu tersedianya media pembelajaran PLTS dan meningkatnya profesionalisme guru. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong pembelajaran berbasis praktik di SMK
Studi Komparatif Quality of Service (QoS) pada Aplikasi Video Konferensi di Mobile Network Faradina, Nevi; Hidayat, Rahmat; Heriawan, Rangga Agung Pribadi
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpte.v6i2.658

Abstract

The development of 4G/5G cellular networks has accelerated the use of video conferencing applications to support online learning, business meetings, and remote collaboration. However, the performance of such services is strongly influenced by Quality of Service (QoS) parameters, namely throughput, delay, jitter, and packet loss. This study aims to analyze the QoS performance of three popular video conferencing applications, namely Zoom Meeting, Google Meet, and Microsoft Teams, when operated on two Indonesian cellular networks. The research employed a quantitative experimental approach, conducting 42-second video conferencing sessions for each application. Network traffic data were captured using Wireshark software and processed to obtain throughput, delay, jitter, and packet loss values. The results were then compared against the TIPHON standards to evaluate the service quality provided by each operator and application. The result indicates that Google Meet achieved the highest throughput on XL’s network (3307 kbps) but experienced relatively high jitter, which may reduce communication stability. Zoom recorded the lowest packet loss (0.01%) and maintained stable jitter (<20 ms), making it more reliable for real-time communication despite lower throughput. Microsoft Teams showed moderate performance but suffered from significant packet loss on Indosat’s network (2.70%). In terms of operators, XL demonstrated higher throughput, while Indosat showed more stable delay performance. In conclusion, each application exhibited different strengths: Google Meet excelled in throughput, Zoom was more consistent in minimizing jitter and packet loss, and Microsoft Teams fell in the mid-range category. These findings can serve as a reference for both end users and service providers in selecting suitable video conferencing platforms based on network conditions.
Realization of Single Phase Full Bridge Boost Inverter Using Arduino Farahilla, Wahyu; Faradina, Nevi; Yuhendri, Muldi
Journal of Industrial Automation and Electrical Engineering Vol. 1 No. 1 (2024): Vol 1 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Department of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses a single-phase boost inverter that functions to increase and convert DC voltage to AC. A boost inverter is a combination of two DC-DC boost converters that can be operated as an inverter with a load connected in an opposite direction between the two converters. The boost inverter in this final project is implemented with an Arduino UNO328 microcontroller using the sinusoidal pulse width method (SPWM) as a trigger. The output frequency value given varies from 50Hz to 70Hz. In the design of this single-phase boost inverter, it consists of several main components, namely the Arduino microcontroller, which functions as a pulse width modulation signal generator; a MOSFET gate driver using the IR2841S IC functions to switch the IRFP260N MOSFET, where the MOSFET is switched with a constant frequency of 30 kHz and a 5V power supply as a voltage supply for Arduino and a 12V supply voltage for the gate driver; as well as capacitors and inductors. The test results in the design of this single-phase boost inverter run according to the design because the circuit has been able to increase and convert the voltage, namely from an input voltage of 12VDC to 31.59Vac with an output frequency of 50Hz. The selection of component quality in the circuit also affects getting more accurate results
Presence system using RFID and ESP32 CAM based on Internet of Things Kelvin; Eliza, Fivia; Elvanny Myori, Dwiprima; Faradina, Nevi
Journal of Industrial Automation and Electrical Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Vol 1 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Department of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/1gjrcw29

Abstract

RFID enables fast and accurate user identification via radio waves, while ESP32-CAM, an ESP32 microcontroller-based camera module, adds a layer of security through visual verification. Optimizing the attendance process by reducing the time required for attendance recording, thereby reducing disruption to daily activities. The RFID and ESP32Cam Attendance System Based on the Internet off things "is by attaching the RFID card in front of the RFID reader. The RFID reader will read the unique ID contained in the card. The ESP32-CAM connected to the RFID reader will receive data from the RFID card. The ESP32-CAM will process this information and record the employee's entry or exit time. The ESP32-CAM will use an internet connection (Wi-Fi or cellular) to send employee attendance data to Google Sheet as a storage for attendance data, such as: (employee ID, entry/exit time, and date) This allows overall attendance data management. Based on the results of the tests and discussions carried out, the tool that was made has been successfully tested and works well. From the tests that have been carried out, in order for the card to be read properly, the maximum distance of the card from the sensor is 3cm. The process of sending data to Spreadsheet takes an average of 4 seconds. The speed of sending also depends on the speed of internet access. Esp32 CAM works well in sending photos to Google Drive The author hopes that this tool can be developed further by using the website and adding fingerprint sensors and Face detection