Resiliensi menjadi faktor penting dalam perkembangan psikologis remaja yang berasal dari keluarga broken home. Studi ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang membentuk resiliensi, mekanisme coping yang digunakan, serta implikasi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif-kualitatif dengan menganalisis 31 artikel ilmiah yang relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, regulasi emosi, efikasi diri, harga diri, dan religiusitas menjadi faktor internal utama pembentuk resiliensi. Sementara itu, dukungan sosial dari teman, keluarga, dan guru, serta lingkungan sekolah yang suportif, menjadi faktor eksternal yang memperkuat ketahanan psikologis remaja. Mekanisme coping aktif, refleksi diri, dan pemaknaan hidup ditemukan sebagai strategi penting dalam mengembangkan resiliensi. Studi ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, eksternal, serta pengembangan keterampilan coping adaptif perlu menjadi fokus dalam intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan remaja broken home. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan program pencegahan dan intervensi berbasis resiliensi bagi remaja yang menghadapi disrupsi keluarga.
Copyrights © 2025