Studi ini mengeksplorasi peran dan dampak komunikasi dalam keluarga terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan emosional, fisik, dan sosial, di mana komunikasi keluarga memainkan peran penting dalam membentuk hasil kesehatan mental. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, studi ini menganalisis temuan dari 30 artikel jurnal yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, hangat, dan suportif dapat meningkatkan kepercayaan diri, regulasi emosi, dan hubungan sosial remaja, sehingga mendorong kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, pola komunikasi yang buruk, seperti pengabaian, tekanan, atau kurangnya respons dari orang tua, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap depresi, kecemasan, dan perilaku menyimpang. Studi ini menekankan pentingnya kualitas komunikasi dalam keluarga dan memberikan rekomendasi bagi keluarga serta pembuat kebijakan untuk memperkuat interaksi keluarga sebagai faktor pelindung bagi kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2025